Olahraga Sebelum Sahur, Dokter: Perlu Pengawasan dan Pengaturan Jam Tidur yang Tepat

Pengaturan jam tidur jadi hal krusial jika memutuskan untuk olahraga sebelum sahur selama Ramadan.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga sebelum sahur menjadi pilihan sebagian orang agar tetap bugar selama Ramadan.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, Risky Dwi Rahayu dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, olahraga sebelum sahur sebetulnya boleh-boleh saja. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

“Ya boleh-boleh aja sebenarnya, boleh-boleh aja, strategi ini terutama dilakukan pada atlet-atlet yang membutuhkan waktu latihan yang panjang, misalnya atlet sepak bola atau saat kompetisi lari jarak jauh,” kata dokter yang akrab disapa Kiky kepada Health Liputan6.com dalam diskusi daring, Rabu (18/2/2026).

Tentunya, sambung Kiky, olahraga di waktu ini perlu pengawasan dan pengaturan jam tidur yang tepat.

“Tentunya olahraga pada waktu ini perlu pengawasan dan pengaturan jam tidur yang tepat. Karena kalau kita lakukan olahraga sebelum sahur artinya itu kan mengurangi waktu tidur ya, sedangkan tidur ini penting sekali untuk kita sehingga performa kita tetap baik,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidur adalah metode utama untuk pemulihan tubuh (recovery). Oleh karena itu, jika memilih olahraga sebelum sahur, maka harus dipastikan jam tidurnya cukup sehingga proses pemulihan tubuh dapat berjalan optimal.

“Untuk atlet ini mungkin umum ya, tapi untuk orang awam memang belum banyak praktik ini,” ucapnya.

Risiko Keamanan Olahraga Sebelum Sahur

Senada dengan Kiky, dokter spesialis kedokteran olahraga Andhika Raspati juga menyampaikan bahwa olahraga sebelum sahur boleh dikerjakan. Hanya saja, olahraga di waktu ini memiliki risiko keamanan.

“Ada kalau kita ngomonginnya kebiasaan orang sekarang, muncul mazhab (aliran) baru, olahraga sebelum sahur. Jam 2 malam lari, kan ngeri, yang kita khawatirkan kalau terlalu sering jam 2 lari, pertama takut begal ya, yang kedua takut dikira begal,” kata Andhika dalam temu media di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Jika pun ingin melakukan olahraga di jam tersebut, Andhika lebih menyarankan dilakukan di dalam rumah demi keamanan. Seperti Kiky, Andhika pun mengingatkan untuk tetap memerhatikan waktu tidur jika ingin menjalankan olahraga sebelum sahur.

“Yang kedua, berarti tidurnya mesti cepat, karena kan dia bangunnya lebih awal, sebelum sahur. Artinya, waktu tidur dia lebih pendek, maka setelah tarawih ya tidur, jangan malah scrolling (main ponsel), nonton drama Cina. Mesti benar-benar disiplin, abis tarawih ya tidur udah supaya bisa bangun lebih awal,” sarannya.

Olahraga Setelah Sahur

Meski begitu, ada waktu lain yang lebih direkomendasikan Andhika untuk olahraga selama Ramadan. Pengaturan ulang jadwal olahraga atau aktivitas fisik perlu dilakukan agar sesuai dengan kondisi tubuh yang menjalani puasa.

“Di bulan puasa yang enggak kalah penting juga schedule latihannya seperti apa. Digeser jadi saat buka puasa kah atau seperti apa,” katanya.

Andhika mengingatkan, tujuan olahraga saat puasa atau selama bulan Ramadan adalah untuk mempertahankan kebugaran badan. Pasalnya, jika latihan fisik dihentikan selama sebulan maka tingkat kebugarannya akan turun.

“Makanya kita ingin tetap aktif, tapi tetap perlu penyesuaian. Dari segi waktu, yang pertama bisa setelah sahur, latihan pagi boleh karena setelah sahur energi masih banyak. Yang harus hati-hati adalah jangan sampai berlebihan hingga keringatan banyak, bisa dehidrasi sampai magrib,” ujarnya.

Maka dari itu, jika ingin latihan pagi, maka perlu hindari jenis latihan yang menguras keringat banyak. Jenis latihan yang bisa dipilih di waktu ini contohnya gym di ruang berpendingin.