Musim Hujan Tingkatkan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan pada Anak, Ini Penyebabnya

Saat musim hujan terdapa beberapa faktor yang membuat infeksi saluran pernapasan rentan mengintai anak.

Diterbitkan 06 Februari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan kerap diiringi dengan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan common cold pada anak-anak. Sebenarnya, ada beberapa faktor yang membuat hal ini terjadi.

Perubahan suhu, kelembapan udara, hingga kebiasaan masyarakat di musim hujan membuat virus dan bakteri lebih gampang menyebar, sehingga tubuh pun lebih rentan terinfeksi seperti disampaikan Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K).

1. Udara Lebih Dingin dan Kelembapan Berubah-ubah

Anggi menjelaskan dua faktor di atas membuat kering lapisan mukosa pelindung di hidung dan mulut. Alhasil kuman jadi lebih mudah menembus pertahanan alami tubuh dan menyebabkan infeksi.

2. Virus Bertahan Lebih Lama di Udara

Lingkungan yang dingin dan lembap membuat virus lebih stabil dan mampu bertahan lebih lama di udara. Akibatnya penyebaran virus menjadi lebih mudah selama musim hujan seperti disampaikan Anggi.

3. Kontak Antarindividu Meningkat

Musim hujan membuat orang berada di dalam ruangan sehingga meningkatkan kotak dekat antarindividu. Kondisi ini mempermudah penularan kuman melalui pernapasan.

 

Infeksi Saluran Pernapasan

Beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan yang rentan mengintai di musim hujan diantaranya:

Common cold

Ini disebabkan berbagai jenis virus. Gejalanya meliputi hidung berair, bersin, tenggorkan gatal, dan demam ringan.

"Umumnya tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik," kata Anggi dalam sesi webinar bersama IDAI.

Influenza

"Influenza itu lebih berat dibandingkan pilek biasa," kata Anggi.

Influenza ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot hebat, sakit kepala, dan rasa lelah ekstrem. "Anak lesu, bisa juga ada diare," tambahnya. 

Pneumonia

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Anggi menuturkan memang 80 persen pneumonia karena virus tapi bisa juga ketumpangan bakteri kalau infeksi virus tidak ditangani dengan baik.

Gejala pneumonia antara lain demam, napas cepat, batuk berdahak.Â