Liputan6.com, Jakarta - India melaporkan lima orang di Benggala Barat, India terinfeksi virus Nipah. Lalu, 100-an orang yang sudah kontak erat dengan pasien tersebut mesti menjalani isolasi. Meski terjadi peningkatan kasus dan ratusan orang yang kontak erat diisolasi, potensi virus Nipah menjadi pandemi kecil.
"Secara global, potensi virus nipah menjadi pandemi itu tetap rendah dibandingkan penyakit saluran pernapasan seperti SARS-CoV-2," kata Dicky.
Dicky menyebut bahwa penularan virus Nipah antar manusia harus kontak dekat dengan cairan tubuh seperti (droplet pernapasan, urine, darah). Hal ini berbeda dengan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang bisa menyebar lewat udara.
Advertisement
"Transmisi atau penularan virus Nipah antar manusia ini masih sangat rendah, jadi harus kontak dekat baru tertular, " kata Dicky.
Lalu, sejauh ini secara epidemiologi nipah virus outbreak penularannya cenderung bersifat klaster lokal. "Jadi saya melihat ya potensi pandeminya rendah sekali ya."
Apa Itu Virus Nipah?
Ini adalah penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Pembawanya adalah fruit bat atau kelelawar buah.
Penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian seperti mengutip laman Kemenkes.Â
Penularan virus Nipah dari hewan ke manusia dengan cara kontak langsung. Lalu, bisa juga penularan dari kotoran seperti urine kelelawar dan juga air liur kelelawar.
"Kotoran atau air liur mencemari atau mengontaminasi buah atau kelapa sawit, atau kontak dengan hewan dengan babi," kata epidemiolog Dicky Budiman dalam pesan suara yang diterima Health Liputan6.com.Â
Penularan virus Nipah antar manusia bisa terjadi. Penularan biasanya melalui cairan tubuh. "Kontak erat cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien atau keluarganya ya kontak erat juga," kata Dicky.Â
Advertisement
Gejala Orang Terinfeksi Virus Nipah
Dicky mengatakan gejala klinis virus Nipah bisa bervariasi. Di fase awal, gejala yang muncul demam dan sakit kepala atau mirip dengan gejala flu (flu like syndrome).
Pada fase lebih lanjut, pasien bisa mengalami kesulitan bernafas, pneumonia, radang paru, sampai gangguan neurologis. Bahkan pada beberapa pasien bisa sampai radang otak atau encefalitis yang bisa menyebabkan orang jadi bingung, kejang sampai koma.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4579763/original/018357400_1695034025-waldemar-MTcfS3HUak8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484174/original/027555400_1769415446-ruang_aman.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483948/original/020305900_1769408679-psikologi_anak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136420/original/019978400_1739860622-healthy-young-asian-runner-woman-sports-clothing-running-jogging-sidewalk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483792/original/090220700_1769403501-depresi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484406/original/088896200_1769423845-Roi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4922627/original/046210700_1724092326-ype_of__51_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484265/original/075301700_1769418804-q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4961440/original/032709700_1728222801-fotor-ai-20241006205048.jpg)