Ternyata Mitos Minum Setelah Makan Ganggu Pencernaan Sudah Ada Sejak Zaman Baheula

Mitos minum setelah makan ganggu pencernaan ternyata sudah dipercaya sejak lama. Ini penjelasan ilmiah yang perlu diketahui.

Diterbitkan 18 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggapan bahwa minum setelah makan dapat mengganggu pencernaan masih banyak dipercaya hingga kini. Karena keyakinan tersebut, sebagian orang memilih menahan haus setelah makan karena khawatir air akan mengencerkan asam lambung dan membuat proses pencernaan tidak berjalan optimal.

Keyakinan ini sebenarnya telah berkembang sejak lama. Pada masa lalu, minum air saat atau setelah makan diyakini dapat mengencerkan cairan asam lambung sehingga menghambat kerja sistem pencernaan.

Dari anggapan itu pula muncul anjuran untuk menunggu sekitar 30 menit setelah makan sebelum minum air, agar pencernaan tetap bekerja dengan baik.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut. Dari sudut pandang medis, air hampir tidak memengaruhi konsentrasi asam di dalam lambung.

Berdasarkan analisis klinis, minum air selama atau setelah makan tidak terbukti menyebabkan gangguan pencernaan, seperti dilansir dari Vinmec, Jumat (16/1/2026).

Kebiasaan minum air sebelum, saat, atau setelah makan memang berbeda-beda pada setiap orang. Anak-anak cenderung minum saat makan, sementara orang dewasa lebih sering memilih sebelum atau sesudahnya. Respons tubuh terhadap kebiasaan ini pun bisa bervariasi.

Sebagian orang mengaku merasa kembung atau lebih banyak gas ketika minum air saat makan. Namun, keluhan tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Para ahli menilai, kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis, terutama karena adanya sugesti bahwa minum air dapat mengganggu pencernaan.

Di sisi lain, minum air, terutama sebelum makan, justru sering dikaitkan dengan rasa kenyang. Air membantu mengisi ruang di lambung sehingga seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi lebih sedikit.

Minum Air Setelah Makan dan Sistem Pencernaan

Karena tidak mengandung kalori, minum air sebelum makan kerap dimanfaatkan sebagai cara sederhana untuk membantu mengontrol asupan makanan tanpa mengganggu kesehatan.

Minum air setelah makan tidak membahayakan sistem pencernaan. Sebaliknya, air justru berperan dalam membantu proses pencernaan, terutama di usus.

Air merupakan cairan yang membantu melunakkan makanan dan memecah struktur makanan yang lebih besar sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Selain itu, air juga berfungsi sebagai pembawa yang membantu makanan bergerak lebih lancar menuju usus untuk diproses lebih lanjut.

Karena perannya tersebut, kebiasaan minum air yang cukup sering dikaitkan dengan penurunan risiko sembelit dan gangguan pencernaan ringan.

Selama tubuh merasa nyaman, tidak ada larangan untuk minum air saat atau setelah makan. Terlebih, dalam keseharian, banyak jenis makanan yang secara alami sudah mengandung air, seperti sup atau hidangan berkuah.

Berikut sejumlah manfaat minum air setelah makan antara lain:

  1. Membantu mencairkan dan melunakkan makanan di lambung,
  2. Membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik,
  3. Mengurangi risiko sembelit,
  4. Memberikan rasa kenyang yang dapat membatasi asupan kalori,
  5. Membantu pergerakan makanan dalam sistem pencernaan, dan
  6. Mendukung proses hidrasi yang berperan dalam metabolisme tubuh.