Liputan6.com, Jakarta - Kasus meninggalnya lima anak di Riau yang disebut terkait Influenza A/H1N1pdm09 perlu diluruskan. Terutama karena istilah 'flu babi' yang banyak digunakan di berbagai pemberitaan. Padahal, penggunaan istilah tersebut kini sudah tidak tepat dan justru dapat menyesatkan pemahaman masyarakat.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, meluruskan sejumlah informasi agar masyarakat mendapatkan gambaran yang benar mengenai virus ini dan cara pencegahannya.
Tjandra Yoga menjelaskan bahwa virus H1N1 pdm 09 adalah virus yang menyebabkan pandemi influenza tahun 2009. Pandemi pertama yang dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak diberlakukannya IHR 2005.
Advertisement
Dia menegaskan bahwa istilah 'flu babi' hanya digunakan pada fase awal pandemi saat ditemukan keterkaitan dengan hewan. Seiring penelitian berkembang, diketahui bahwa virus ini dapat menular melalui berbagai cara antar manusia.
"Memang awalnya disebut Swine Flu atau Flu Babi, tapi setelah diketahui penularannya bisa melalui berbagai cara, maka istilah itu sebaiknya tidak digunakan lagi. Sebut saja sebagai H1N1 pdm 09," ujarnya kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Kamis, 26 November 2025.
Dia juga mengingatkan bahwa H1N1 pdm 09 kini menjadi salah satu penyebab influenza musiman, bukan penyakit baru yang muncul secara tiba-tiba.
Â
Bukan Satu-Satunya Virus Influenza yang Perlu Diwaspadai
Selain H1N1 pdm 09, ada pula virus influenza lain seperti H3N2 yang saat ini mendorong peningkatan kasus flu di berbagai negara. Publik perlu memahami bahwa influenza memiliki ratusan strain yang terus bermutasi, sehingga kewaspadaan harus tetap seimbang tanpa menciptakan ketakutan berlebihan.
"Sebagian besar H1N1 yang beredar saat ini adalah H1N1pdm09 dan dapat dianggap sebagai flu musiman. Tapi tentu kita juga harus waspada terhadap H3N2 yang sedang meningkat di banyak negara," katanya.
Menurut Tjandra Yoga, penanganan dan pencegahan influenza, termasuk H1N1 pdm 09, tetap mengacu pada tiga langkah dasar:
- Pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, etika batuk, penggunaan masker bagi yang sakit, serta memperhatikan kebersihan dan sanitasi.
- Vaksinasi influenza sebagai bentuk pencegahan yang efektif, terutama bagi kelompok rentan.
- Obat antivirus bagi kasus yang berat, meski sebagian besar infeksi influenza bersifat ringan.
Â
Advertisement
Pemantauan Virus Influenza Harus Berkelanjutan
Di tengah munculnya berbagai strain baru, termasuk laporan kematian pertama di dunia akibat Influenza H5N5 beberapa hari lalu, pemantauan terhadap perubahan virus menjadi hal yang sangat penting.
"Dunia, dan juga kita, harus selalu memantau berbagai strain virus influenza untuk melihat kecenderungan peningkatan kasus atau potensi wabah baru," tambahnya.
Tjandra Yoga mengingatkan bahwa dinamika virus influenza tidak akan berhenti, sehingga literasi publik dan pelaporan yang tepat menjadi kunci agar masyarakat tetap waspada tanpa panik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948631/original/065553400_1726807998-fotor-ai-20240920113947.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)