Virus HPV Penyebab Kanker Serviks Bisa Menular Lewat Toilet Umum

HPV ternyata dapat ditemukan di berbagai fasilitas umum, membuat penularannya bisa terjadi tanpa kontak seksual.

Diterbitkan 18 November 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Human Papillomavirus (HPV) selama ini dikenal sebagai virus yang menular lewat hubungan seksual. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa virus ini juga bisa ditemukan di tempat-tempat umum yang sering dipakai banyak orang seperti toilet umum.

Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), MSi menjelaskan, virus HPV bisa keluar dari tubuh perempuan yang positif HPV dalam berbagai kondisi, seperti saat menstruasi, pemeriksaan leher rahim, hubungan seksual, atau kapan saja. 

“Jadi kalau dalam rahim perempuan-perempuan itu ada virus, maka ini bisa keluar kapan saja. Pada waktu menstruasi, pada waktu pemeriksaan leher rahim, pada waktu hubungan seksual, atau kapan saja,” ujarnya dalam acara Kelas Jurnalis 2025: Lawan Misinformasi Kanker Leher Rahim di Era AI, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025).

Virus yang keluar melalui vagina dapat menyebar ke area sekitar dan kemudian terbawa ke tangan, kulit, atau permukaan lain. Karena virus bisa berpindah dari bagian tubuh yang terinfeksi, maka benda atau fasilitas yang disentuh setelahnya dapat ikut terkontaminasi.

“Penularan HPV bukan semata-mata melalui hubungan seksual, tapi bisa tertular di tempat-tempat umum,” kata Soedjatmiko.

Virus yang keluar dari tubuh perempuan positif HPV dapat menyebar ke pakaian, jari, mulut, hingga kamar mandi, lalu berpindah ke orang lain.

Virus HPV Ditemukan di Tempat Umum di Berbagai Negara

Beberapa penelitian memperkuat fakta bahwa HPV dapat ditemukan di fasilitas publik. Di Tanzania, DNA HPV ditemukan di vagina 35%, ujung jari 19%, mulut 6%, dan kamar mandi 7%.

Sementara di Romania, HPV terdeteksi di air lingkungan, amnion, plasenta, jari, mulut, pakaian, serta permukaan yang berkaitan dengan pemeriksaan rahim.

Temuan terbesar datang dari publikasi tahun 2025 di Cina. Survei dilakukan pada 360 area publik, dan hasilnya menunjukkan 24% lokasi positif mengandung HPV. 

Toilet Umum Jadi Lokasi dengan Risiko Paling Tinggi

Dari hasil survei di Cina, beberapa fasilitas mencatatkan angka kontaminasi yang tinggi:

  • Toilet jongkok: 53,3%
  • Wastafel: 14,2%
  • Pegangan pintu: 5%
  • Puskesmas: 14,4%
  • Rumah sakit obgyn: 30%
  • Rumah sakit umum: 38,9%

Virus yang ditemukan juga memiliki karakteristik penting:

  • Konsentrasi virus tinggi: 53,8%
  • Jenis virus risiko tinggi: 88,5%
  • Bisa menetap selama 7 jam

Data ini menunjukkan, virus HPV dapat bertahan di berbagai permukaan yang digunakan banyak orang, termasuk toilet, wastafel, dan fasilitas kesehatan. Penularan bisa terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh area tubuh tertentu.

Vaksinasi Jadi Cara Pencegahan Paling Efektif

 

Menjaga kebersihan merupakan aspek penting, tapi Soedjatmiko menyebut langkah itu “kurang efektif” karena sulit menjaga kebersihan secara sempurna setiap hari. 

Soedjatmiko menambahkan, suplemen, herbal, atau makanan juga tidak bisa mematikan virus dan membentuk antibodi.

Menurutnya, vaksinasi menjadi perlindungan paling efektif karena dapat membentuk antibodi spesifik yang langsung mematikan virus ketika masuk ke tubuh.

“Yang bisa mematikan virus sampai hari ini adalah vaksin,” tuturnya.