Liputan6.com, Jakarta - Corporate Executive Chef Hutan Kota by Plataran, Reiyan Trisandra, menghadirkan perpaduan unik antara cita rasa Indonesia dan Jepang dalam satu hidangan sate yang berbeda dari biasanya. Dalam acara Authentic Cultural Dining 'Japanese Food Meets Halal'Â pada Kamis, 13 November 2025, Chef Reiyan mengolah wagyu A5 dari Jepang menjadi sate rembiga.
Berbeda dengan sate di daerah lain, sate rembiga dimarinasi dengan bumbu pedas manis sebelum dibakar. "Sate masakan Indonesia yang sangat simpel. Kebetulan saya ambil dari NTB, itu sate rembiga khas Lombok. Sate ini memang unggul di Indonesia, tapi tekniknya sangat luar biasa," ujar Chef Reiyan kepada Health Liputan6.com setelah mencicipi masakannya.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan sate ini panjang dan memerlukan perhitungan matang. Setiap tahap harus disesuaikan dengan jenis daging yang digunakan.
Advertisement
"Pas saya dikasih plate box sama set dagingnya, saya lihat, ini mau diapain ya? Kayaknya dibuat sate bagian ini agak susah. Jadi, sangat berpengaruh dengan prosesnya. Di Indonesia, prosesnya panjang. Marinasi bumbu, bikin bumbu sate, bumbu oles, semuanya harus diperhitungkan,"Â ujarnya.
Chef Reiyan menambahkan, teknik khusus diperlukan untuk mengolah wagyu menjadi sate rembiga. Tiap langkah diperhatikan agar karakter wagyu yang lembut dan berlemak bisa berpadu sempurna dengan rasa pedas manis khas Lombok.
Pedas Manis Rembiga yang Meleleh di Mulut
Sate rembiga ala Chef Reiyan menawarkan rasa pedas manis yang cocok di lidah masyarakat Indonesia. Perpaduannya dengan daging wagyu autentik dari Jepang membuat hidangan ini memiliki cita rasa yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh tekstur wagyu yang lumer ketika digigit sehingga bumbu pada sate merekah di dalam mulut.
Daging yang terasa lembut membuktikan bahwa Chef Reiyan berhasil mengolahnya dengan teknik yang tepat. Berbeda dengan daging sapi lainnya, wagyu pada sate ini mudah dikunyah dan dapat menyerap bumbu marinasi dengan sempurna.
Di samping itu, hidangan ini juga dilengkapi dengan sambal matah yang sangat populer. Rasa segar dan sedikit pedas begitu selaras dengan gurih dari sate rembiga. Hidangan yang kaya akan rasa ini menunjukkan bahwa wagyu juga bisa diolah dengan gaya khas Indonesia.
Â
Advertisement
Fakta Wagyu Autentik yang Nggak Bikin Gemuk
Pada kesempatan yang sama, Executive Chef di Restoran Honke Tankuma, Junichi Kurisu, menjelaskan bahwa daging wagyu yang asli dari Jepang sangat berbeda dengan wagyu lain.
Meski berlabel 'wagyu', daging sapi yang juga dapat ditemukan di Australia menurutnya memiliki kualitas yang berbeda. Wagyu yang autentik cenderung lebih lembut, berlemak, dan seratnya lebih halus. Oleh karena itu, hidangan yang menggunakan wagyu Jepang kerap terasa juicy ketika dimakan.
"Di negara lain, istilah wagyu sudah mulai banyak dipakai, seperti di Australia. Tapi, kalau kita makan wagyu di Jepang, kualitas dagingnya berbeda. Wagyu Jepang cenderung lebih juicy dan fatty, itu beda dari wagyu yang lain," ujarnya.
Chef Junichi juga menambahkan bahwa wagyu Jepang mengeluarkan banyak minyak alami ketika dimasak. Akan tetapi, minyak tersebut tidak menimbulkan lemak jahat sehingga tidak berdampak buruk pada konsumennya.
"Wagyu Jepang memiliki banyak minyak. Minyak-minyak tersebut sangat bagus. Jadi, tidak terlalu menyebabkan masalah pada kesehatan," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3902462/original/ACg8ocLHNUNrqYcho6lDWlSJj-ozzcMifcmqLkS7k0YWuBhKvos7Dn3Q%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5412978/original/067364000_1763110530-Sate_yang_Terbuat_dari_Wagyu_Jepang_A5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435394/original/073589400_1765033522-beringin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)