Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Klungkung, Bali, menjadi wilayah dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia yakni 5,1 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024. Capaian tersebut pun mendapat apresiasi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kabupaten/kota yang angka prevalensinya paling rendah. Ini ada Klungkung dengan 5,1 persen," kata Gibran saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan Jakarta pada Rabu, 12 November 2025.
"Apa Pak ini kiat-kiatnya biar bisa direplikasi?" tanya Gibran ke Bupati Klungkung I Made Satria yang hadir di kesempatan itu.
Advertisement
I Made Satria mengungkapkan bahwa angka stunting di Klungkung pada 2021 sempat mencapai 19,4 persen. Lalu, lewat serangkaian upaya selang tiga tahun bisa mencapai 5,1 persen.
Kerja kolaborasi banyak pihak mulai dari pemerintah, pemerintah desa, desa adat, posyandu dan PKK menjadi kunci dalam penurunan angka stunting di sana.
Lalu, salah satu program yang dijalankan adalah KASINIKAH atau Kami Siap Menikah. Program ini secara khusus menargetkan remaja putri dan calon pengantin untuk memastikan mereka memiliki kondisi kesehatan optimal sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan.
Intervensi utama KASINIKAH meliputi pemberian pendampingan dan asupan gizi tambahan, terutama fokus pada pencegahan anemia.
"Remaja putri sebelum menikah, atau calon pengatin mempersiapkan diri untuk melakukan hal pencegahan anemia," tutur I Made Satria.
Saat minum tablet darah itu pun calon pengantin perempuan tak sendiri melainkan dapat pendampingan.
"Tablet ini kan amis, didampingi agar benar-benar diminum, jadi betul-betul signifikan," kata I Made Satria.
"Jadi sebelum menikah kesehatan terjamin karena ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat."
Angka Kedatangan Ibu Hamil dan Balita ke Posyandu Tinggi
Bukan cuma itu, I Made Satria mengungkapkan angka kehadiran ibu hamil dan balita ke posyandu pun sangat tinggi. Sehingga bila ada masalah kesehatan bisa segera diintervensi sedini mungkin.
"Cukup signifikan dalam dua tahun terakhir," katanya.
I Made Satria pun optimistis dalam lima tahun ke depan Klungkung bakal menjadi daerah dengan zero stunting alias nol kasus stunting.
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dan Inovasi Pendukung Lainnya
Keberhasilan Klungkung tidak hanya bertumpu pada satu program, melainkan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah, desa adat, Kementerian Agama, dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Sinergi ini menciptakan tim yang solid dalam menjalankan berbagai upaya pencegahan stunting.
Selain KASINIKAH, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga mengimplementasikan inovasi lain seperti “Dikecap Cening” (Digitalisasi Informasi, Komunikasi, dan Edukasi Calon Pengantin untuk Cegah Stunting) yang diluncurkan pada Januari 2024. Inovasi ini menyediakan Klungkung Stunting Call Centre melalui WhatsApp atau Telegram untuk konsultasi, serta materi edukasi melalui laman resmi DPMDPPKB Klungkung dan YouTube.
Upaya lain termasuk penguatan Posyandu, peningkatan partisipasi ibu hamil dan balita, serta Gerakan Serentak Pengukuran Balita dan Ibu Hamil. Semua langkah ini bertujuan untuk deteksi dini dan intervensi yang cepat, membangun kesadaran kolektif bahwa stunting adalah prioritas utama yang harus ditangani bersama.
Apresiasi Nasional dan Target Zero Stunting
Atas capaian luar biasa ini, Gibran Rakabuming Raka secara langsung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung. Gibran pun menyampaikan agar wilayah lain mereplikasi upaya Klungkung mengatasi stunting.
"Saya kira ini bisa direplikasi di kota-kota lain," tuturnya.
Klungkung juga menerima insentif fiskal sebesar Rp 5,6 miliar dari pemerintah pusat untuk percepatan penurunan stunting tahun anggaran 2025, setelah sebelumnya menerima Rp 6.571.794.000 pada 2024.
Penghargaan dan insentif ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan Klungkung. Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam menekan angka stunting.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5072311/original/012642500_1735547668-f9afe661-0a1f-4faa-9aac-eb2d502c9934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)