51 Juta Masyarakat Sudah Ikut CKG, Aktivitas Fisik Kurang dan Masalah Gigi Mendominasi

Dari 54 juta orang yang mendaftar Cek Kesehatan Gratis (CKG), 51 juta diantaranya sudah menyelesaikannya.

Diterbitkan 06 November 2025, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus bertambah. Data terbaru menunjukkan sudah 54 juta orang yang mendaftar CKG. Dari angka tersebut, 51 juta orang diantaranya sudah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Alhamdulillah yang sudah mendaftar 54 juta, lalu yang sudah dilayani 51 juta," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Cilandak Jakarta Selatan pada Kamis, 6 November 2025.

Dante mengatakan masalah kesehatan pada bayi baru lahir banyak ditemukan kadar bilirubin yang tinggi atau bayi kuning. Sementara itu, pada usia pra sekolah banyak ditemukan masalah gigi seperti karies atau gigi berlubang. Kemudian, di usia sekolah banyak anak-anak yang kurang aktivitas fisik dan juga karies.

"Jika kita cek kebugaran, anak-anak Indonesia itu masih kurang. Itu jadi masalah," kata Wamenkes Dante.

Masalah kesehatan yang sama juga banyak ditemukan pada orang dewasa. Banyak orang dewasa yang memiliki aktivitas fisik kurang.

"Modernisasi, (kalau pergi) naik ojek online, jadi dalam hal transportasi membuat kurang aktif," kata Dante menyebutkan salah satu faktor pemicu.

Aktivitas fisik yang kurang berimbas pada banyak orang dewasa dengan obesitas. Dante mengungkapkan sekitar 30 persen masyarakat yang sudah CKG mengalami obesitas.

Sementara itu, pada lansia masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah aktivitas fisik yang kurang dan masalah mobilisasi.

"Masalah mobilisasi ini membuat mereka cenderung gampang jatuh, pergerakan juga lambat," kata Dante.

 

37 Persen Peserta CKG Hipertensi

Di kesempatan itu, Dante mengungkapkan bahwa banyak kasus hipertensi yang ketahuan lewat CKG. Sekitar 37 persen dari masyarakat yang CKG mengalami hipertensi.

Sayangnya, banyak yang tidak mengetahui dirinya mengalami hipertensi. Maka dari itu, lewat CKG masyarakat bisa mendeteksi awal penyakit yang sebelumnya tidak diketahui. Masalah kesehatan yang muncul kemudian ditangani agar tidak berujung komplikasi dan menyebabkan biaya kesehatan yang mahal.

"Kalau hipertensi didiemin nanti bisa jadai penyakit jantung, stroke, bisa jadi gagal ginjal. Daripada ngobatin yang sudah stroke, sakit jantung, gagal ginjal lebih baik hipertensinya diobati," pesan Dante.

 

CKG Bakal Kurangi Beban Ekonomi Kesehatan di Masa Depan

Lewat CKG, kata Dante, bisa mengurangi beban ekonomi di masa depan. Memang manfaat tersebut belum bisa dirasakan saat ini tapi beberapa tahun ke depan.

"Secara ekonomi mungkin belum kelihatan sekarang tapi beberapa tahun ke depan akan kelihatan dampak ekonominya, untuk pembiayaan kesehatan yang semakin berkurang pada staidum akhir," kata Dante.

Lalu, deteksi dini penyakit juga bakal memengaruhi kualitas hidup seseorang. Bila makin sehat maka kehidupan lebih berkualitas.

Kemudian, CKG juga berpengaruh pada angka harapan hidup yang lebih baik.