[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: FIMMA dan Asta Cita

Prof Tjandra Yoga Aditama menerima FIMMA dan bahas peran kedokteran militer dalam antisipasi pandemi mendatang.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saya berterima kasih karena pada 24 Oktober 2025 ini saya dan beberapa sejawat menerima FIMMA (Fellow of Indonesia Military Medicine Association), yang diserahkan oleh Ketua Perdokmil Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, SpJP(K), FIHA, MMRS, dan Sekjen Perdokmil Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani RD, SpDVE, M.Biomed, MARS, SH, MH, FINSDV, FAADV.

Perdokmil (Perkumpulan Kedokteran Militer) adalah organisasi profesi yang mendukung ketahanan nasional melalui pelayanan kesehatan militer dan pengembangan ilmu kedokteran militer di Indonesia.

Sebelum menerima pengalungan dan sertifikat FIMMA, saya menyampaikan presentasi berjudul “Next Pandemic”. Saya membahas beberapa hal tentang kedokteran militer dan antisipasi pandemi mendatang, mulai dari kaitan pandemi dengan ketahanan kesehatan, pengalaman pandemi 1918 dalam konteks Perang Dunia saat itu, proses perluasan wabah yang memiliki aspek intelijen kesehatan, hingga usulan saya agar Perdokmil melakukan kegiatan dalam kerangka One Health, yaitu kerja bersama antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.

Di bagian akhir, saya sampaikan bahwa dalam Asta Cita setidaknya ada tiga aspek kesehatan. Aspek pertama tentu Asta Cita ke-4 yang secara jelas menyebutkan "Memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan seterusnya".

 

Aspek Selanjutnya

Aspek kedua adalah Asta Cita ke-8 yang isinya antara lain "...kehidupan yang selaras dengan lingkungan, dan seterusnya." Hal ini jelas berkaitan dengan konsep One Health yang harus dikuasai dan dilaksanakan oleh jajaran kesehatan kita di berbagai tingkatan.

Aspek ketiga adalah Asta Cita ke-2 yang antara lain mencakup "...sistem pertahanan keamanan negara..." Hal ini jelas terkait dengan ketahanan kesehatan (health security), yang merupakan kajian dan ruang lingkup penting dari Perkumpulan Kedokteran Militer, serta aspek penting dalam kesehatan masyarakat kita bahkan kesehatan dunia.

Tanggal 24 Oktober ini adalah Hari Dokter Nasional. Kita tentu yakin bahwa seluruh dokter Indonesia, termasuk Perdokmil, akan selalu membaktikan diri sepenuh hati demi kesehatan bangsa kita.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Dokter sejak 45 tahun yang lalu – Fellow Indonesia Society of Respirology (FISR), Fellow of Indonesia Military Medicine Association (FIMMA)