Sering Main HP Sambil Rebahan? Waspadai Dampaknya pada Mata

Bukan posisinya tapi kebiasaan tersebut membuat screen time jadi lebih lama yang berujung bisa memperburuk kesehatan mata.

Diterbitkan 16 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Banyak orang punya kebiasaan main HP sambil rebahan sebelum tidur. Sekilas terlihat santai tapi benarkah kebiasaan ini bisa merusak mata?

Dokter Yeni Dwi Lestari, Sp.M(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), menjelaskan bahwa bukan posisi tidurnya yang berbahaya, melainkan durasi penggunaan dan pencahayaan yang kurang memadai.

Kebiasaan ini sering dianggap sebagai cara melepas penat setelah seharian beraktivitas, padahal tanpa disadari mata bekerja lebih keras saat menatap layar dalam posisi rebahan.

Ketidakseimbangan jarak pandang, pantulan cahaya dari layar, serta pencahayaan kamar yang redup membuat otot mata cepat lelah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, hingga mempercepat peningkatan minus.

Yeni menyebutkan, kebiasaan menatap layar sambil tiduran memang tidak langsung merusak mata tetapi bisa memperburuk kondisi penglihatan jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda.

“Bukan posisi tidurnya yang bikin rusak tapi karena kita jadi lebih nyaman dan tidak sadar kalau screen time sudah terlalu lama. Apalagi kalau pencahayaan di kamar minim, mata harus berakomodasi lebih kuat. Itu yang menambah kelelahan dan bisa mempercepat gangguan penglihatan,” tambahnya.

Pemakaian Kacamata Tidak Bikin Minus Naik

Masih banyak pula mitos yang beredar bahwa memakai kacamata terus-menerus bisa memperparah minus. Yeni menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa justru kacamata dengan ukuran yang tepat membantu mencegah progresivitas minus.

“Kalau kita pakai kacamata sesuai ukuran, itu justru cara mencegah penambahan minus. Perkembangan minus pada anak-anak terjadi karena bola matanya masih tumbuh, bukan karena kacamatanya,” jelasnya.

Dia menambahkan, penggunaan gadget berlebihan tanpa diimbangi aktivitas luar ruangan juga mempercepat pertambahan minus.

“Kalau screen time meningkat, jarang kena cahaya matahari, apalagi sambil rebahan, bola mata memanjang lebih cepat sehingga minusnya juga cepat bertambah,” tambahnya.

 

Aturan Screen Time dan Terapi Mata

Yeni juga mengingatkan, pentingnya pengawasan screen time pada anak. Menurutnya, setiap kelompok usia memiliki batas aman waktu menatap layar.

“Untuk anak di bawah lima tahun sebaiknya tidak diberi gadget sama sekali. Sedangkan usia sekolah sekitar enam hingga tujuh tahun, maksimal dua jam per hari,” katanya.

Dia pun mengingatkan kampanye 20-20-20 rule untuk menjaga kesehatan mata di era digital.

“Setiap 20 menit menatap layar, lihatlah objek berwarna hijau dari jarak 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Kalau dilakukan rutin, ini bisa mengurangi kelelahan pada mata,” pungkasnya.