9 Manfaat Susu Sapi untuk Pria, Tingkatkan Kekuatan Otot hingga Sehatkan Jantung

Ketahui beragam manfaat susu sapi untuk pria, mulai dari memperkuat tulang dan otot, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan vitalitas. Jangan lewatkan nutrisi pentingnya!

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Susu sapi dikenal sebagai minuman kaya nutrisi yang bermanfaat bagi segala usia, namun seringkali khasiatnya secara spesifik bagi kaum Adam terabaikan. Padahal, konsumsi rutin susu sapi dapat memberikan dukungan nutrisi yang krusial untuk kebutuhan fisik dan hormonal pria. 

Menurut Jurnal Politeknik Kesehatan Aceh Kemenkes RI, AcTion:Aceh Nutrition Journal halaman 207 - 212, susu sapi memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, meliputi makronutrien utama (Protein, kalori, lemak, dan asam amino) serta beragam mikronutrien penting. Mikronutrien tersebut termasuk Kalsium, Fosfor, Iodium, Seng, Zat Besi, Tembaga, Magnesium, dan berbagai Vitamin (A, B, D, E, dan Tiamin).

Dengan komposisi gizi yang kaya ini, susu sapi bermanfaat untuk kesehatan, seperti mencegah penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, membantu penderita anemia. Pria yang aktif berolahraga atau memasuki usia senja, kebutuhan nutrisi spesifik ini menjadi sangat penting.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar manfaat susu sapi untuk pria, Jumat (3/10/2025).

 

Mengenal Susu Sapi dan Kandungan Pentingnya

Susu sapi adalah cairan nutrisi kompleks yang diproduksi oleh kelenjar susu sapi. Minuman ini dianggap sebagai makanan lengkap karena kaya akan tiga unsur gizi dominan: protein, lemak, dan karbohidrat (laktosa). Struktur nutrisi ini menjadikannya salah satu makanan yang paling efektif untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.

Menurut WebMD, susu kaya akan Kalium, Kalsium, Fosfor, Sodium, Magnesium, Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin A, Vitamin D (dalam produk yang diperkaya), Kolin, dan Vitamin B12. Kombinasi nutrisi inilah yang memunculkan beragam manfaat susu sapi untuk pria. Susu adalah sumber protein yang sangat baik, yang merupakan komponen dasar penyusun organ, jaringan, dan sebagian besar tulang, otot, kulit, dan rambut. Secangkir susu 1% mengandung sekitar 8 gram protein, menjadikannya pilihan mudah untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

 

Protein Susu: Kombinasi Ideal untuk Otot

Susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi yang penting bagi pria:

  • Protein Whey (Protein Cepat): Sekitar 20% protein susu adalah whey. Protein ini cepat dipecah menjadi asam amino dan diserap ke dalam aliran darah, menjadikannya sangat ideal untuk dikonsumsi segera setelah latihan angkat beban untuk pemulihan dan pertumbuhan otot yang cepat.
  • Protein Kasein (Protein Lambat): Sekitar 80% protein susu adalah kasein. Kasein dicerna lebih lambat, yang memungkinkan pasokan protein yang stabil dan berkelanjutan ke otot dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya saat Anda tidur atau di antara waktu makan.

Manfaat Susu Sapi untuk Pria Berdasarkan Kebutuhan Fisik dan Hormonal

Konsumsi susu sapi secara teratur memberikan dampak positif yang signifikan pada kesehatan pria, terutama dalam hal pemeliharaan otot, kinerja atletik, dan kesehatan hormon.

1. Membangun dan Mempertahankan Massa Otot

Manfaat susu sapi untuk pria yang paling utama adalah kemampuannya mendukung pembentukan otot. Kombinasi protein whey dan kasein memberikan profil asam amino yang optimal. Mengutip menshealth.com, susu adalah salah satu makanan terbaik untuk pembentukan otot karena menyediakan kombinasi protein pembentuk otot yang ideal untuk pemulihan cepat (whey) dan pasokan berkelanjutan (kasein).

2. Meningkatkan Produksi Testosteron

Massa otot sangat penting bagi pria, dan sintesis protein otot terganggu ketika kadar testosteron rendah. Mengonsumsi produk susu dalam jumlah yang sehat, yang mengandung lemak dan protein, dapat meningkatkan produksi hormon, termasuk testosteron, karena produksi hormon ini meningkat dalam pola makan yang mengandung lemak dan protein berkualitas tinggi.

3. Meningkatkan Kinerja Atletik

Bagi pria yang rutin berolahraga, susu sapi berfungsi sebagai minuman pemulihan yang sangat baik. Sebuah uji coba terkontrol acak menemukan bahwa pria yang mengonsumsi susu sapi berprotein tinggi memiliki massa otot tanpa lemak, kekuatan, testosteron, dan hormon pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol non-susu. Hal ini menjadikan susu sebagai komponen penting dalam diet atlet.

4. Menjaga Kesehatan Tulang dan Mencegah Osteoporosis

Pria, terutama di atas usia 50 tahun, juga berisiko mengalami osteoporosis. Susu adalah sumber Kalsium dan Vitamin D (pada produk yang diperkaya) yang luar biasa. Kandungan  305 mg kalsium per cangkir susu 1% (melansir WebMD) menjadikannya sumber yang baik untuk membantu menjaga kepadatan mineral tulang dan mengurangi risiko patah tulang di usia tua.

Minum dua hingga tiga gelas susu sehari, baik susu skim maupun susu murni, terbukti dapat menurunkan kemungkinan serangan jantung dan stroke. Kandungan Kalium yang tinggi dalam susu sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, nutrisi seperti Vitamin B12 dalam susu juga sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung.

6. Membantu Mengendalikan Berat Badan dan Membakar Lemak

Susu sapi juga dapat mendukung program diet. Dalam studi 6 bulan oleh peneliti di University of Tennessee, orang yang kelebihan berat badan dan mengonsumsi tiga porsi susu kaya kalsium sehari kehilangan lebih banyak lemak perut dibandingkan mereka yang menjalani diet serupa tanpa susu. Para peneliti percaya kombinasi kalsium dan senyawa protein susu memberikan efek pembakaran lemak tambahan.

7. Mendukung Kesehatan Otak dan Antioksidan

Beberapa peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua yang mengonsumsi lebih banyak produk susu memiliki jumlah glutation (antioksidan kuat) yang lebih tinggi di otak. Konsumsi susu tiga kali sehari dapat meningkatkan kadar antioksidan hingga 30% dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari setengah porsi per hari, menurut Medical News Today.

8. Membantu Mengatasi Masalah Tidur

Jika pria mengalami kesulitan tidur, susu hangat sebelum tidur dapat membantu. Susu mengandung triptofan, zat yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin dan melatonin. Kedua zat kimia otak ini membantu tubuh Anda rileks untuk tidur lebih nyenyak dan lebih lama.

9. Pilihan Nutrisi Berlemak (Susu Murni) untuk Pertumbuhan Otot

Meskipun susu rendah lemak sering disarankan, bagi pria yang fokus membangun otot, susu murni mungkin lebih unggul. Para ilmuwan di University of Texas menemukan bahwa minum susu murni setelah angkat beban meningkatkan sintesis protein otot—indikator pertumbuhan otot—2,8 kali lebih banyak daripada minum susu skim.

 

 

 Memilih Susu Sapi: Skim, Utuh, dan Isu Hormon

Dalam memilih susu sapi, penting untuk memahami perbedaan jenis susu dan isu seputar hormon. Pemilihan jenis susu harus disesuaikan dengan tujuan kesehatan Anda.

  • Susu Skim vs. Susu Utuh (Full Fat): Jika tujuan Anda adalah penurunan berat badan, pilihan rendah lemak (skim atau 1%) adalah cara mudah untuk menghemat kalori. Namun, seperti yang disorot oleh menshealth.com, untuk pembangunan otot, susu murni dapat menjadi pilihan terbaik karena kandungan lemaknya mendukung sintesis protein otot yang lebih tinggi. Minum 2 hingga 3 gelas susu sehari, apa pun jenisnya, tetap memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke.
  • Isu Hormon dan Antibiotik: Beberapa kekhawatiran muncul mengenai penggunaan hormon pertumbuhan sapi rekombinan (rBGH) dan antibiotik pada sapi. Melalui proses pencernaan, rBGH dan IGF (faktor pertumbuhan mirip insulin) dalam susu dihancurkan, sehingga minum susu dari sapi yang diberi hormon tidak mentransfer bentuk aktif zat kimia ini ke dalam tubuh Anda. Bagi yang khawatir, susu organik bersertifikat USDA atau susu bebas antibiotik dapat menjadi alternatif.

 

Food Combining: Mengapa Susu Sapi Sebaiknya Dikonsumsi Sendiri?

Dalam konteks pola makan Food Combining, susu sapi seringkali diperlakukan sebagai pengecualian atau makanan yang perlu dikonsumsi secara terpisah dari kelompok makanan lain. Hal ini didasarkan pada struktur molekul gizi susu sapi yang dianggap kurang cocok untuk sistem pencernaan manusia dewasa.

Mengutip dari buku Food combining: kombinasi makanan serasi untuk langsing dan sehat (2013) karya Andang Gunawan dan Andang W. Gunawan, kadar protein, lemak, dan karbohidrat pada susu sapi hampir sama besar. Kehadiran tiga unsur gizi dominan ini dalam satu makanan membuat proses pencernaannya menjadi rumit dan berat bagi tubuh. Selain itu, kadar kasein (salah satu bentuk protein kental dan kasar) pada susu sapi 

lebih tinggi dibandingkan yang ada pada ASI, sehingga sulit diurai. Jika susu tidak tercerna dengan baik, ia dapat meninggalkan residu yang menimbulkan efek toksin, alergi, atau diare. Oleh karena itu, bagi penganut Food Combining, manfaat susu sapi untuk pria (dan wanita) akan lebih optimal jika dikonsumsi tanpa digabungkan dengan makanan lain, terutama makanan yang proses pencernaannya juga rumit seperti daging.

FAQ Seputar Manfaat Susu Sapi untuk Pria

Apakah susu sapi aman dikonsumsi oleh pria yang tidak toleran laktosa?

Bagi pria yang tidak memproduksi cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa (gula susu), mengonsumsi susu sapi biasa dapat menyebabkan kembung atau diare. Namun, Anda dapat memilih susu bebas laktosa yang telah ditambahkan enzim laktase, atau memilih produk olahan susu dengan kandungan laktosa rendah seperti yogurt atau keju keras.

Seberapa banyak protein yang dapat disumbangkan susu sapi untuk kebutuhan harian pria?

Satu cangkir susu (250 ml) mengandung sekitar 8 gram protein berkualitas tinggi. Mengingat National Academy of Medicine merekomendasikan asupan protein sekitar 50 gram sehari untuk pria dengan berat 60 kg, minum dua hingga tiga gelas susu sehari sudah menyumbang hingga 40% dari kebutuhan protein minimal harian.

Apakah susu murni lebih baik daripada susu skim untuk semua pria?

Tidak, pilihan terbaik tergantung pada tujuan kesehatan individu. Susu murni (full fat) mungkin lebih baik untuk pria yang bertujuan membangun massa otot karena kandungan lemaknya yang membantu sintesis protein otot. Namun, bagi pria dengan risiko penyakit jantung atau yang sedang menjalani diet ketat kalori, susu skim (0 % lemak) adalah pilihan yang lebih aman dan mudah untuk mengontrol asupan lemak jenuh.

Apakah konsumsi susu sapi dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria?

Beberapa penelitian epidemiologi menyarankan bahwa asupan susu sapi yang tinggi mungkin terkait dengan risiko kanker prostat yang sedikit lebih tinggi, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya jelas dan temuannya masih belum konsisten. Disarankan untuk memilih susu rendah lemak dan berkonsultasi dengan ahli gizi jika memiliki riwayat keluarga kanker prostat.

Mengapa susu sapi tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain yang berat?

Beberapa ahli, seperti yang ditulis dalam buku Food combining (2013), berpendapat bahwa karena struktur nutrisi susu sapi rumit—mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang dominan—sebaiknya susu tidak dikonsumsi dengan makanan lain, terutama makanan yang proses pencernaannya juga rumit seperti daging. Hal ini untuk mencegah residu susu yang tidak tercerna meninggalkan efek toksin atau menyebabkan alergi.