Melamun Ternyata Bisa Jadi Obat Stres, Asal Dilakukan dengan Cara yang Tepat

Melamun sering dianggap tanda malas, padahal punya manfaat besar untuk otak. Temukan cara melamun yang tepat agar bisa jadi obat stres, tingkatkan kreativitas, dan bantu kesehatan mental.

Diterbitkan 10 September 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Melamun sering dianggap sebagai tanda kurang fokus atau tidak produktif. Namun, pakar kesehatan mental menjelaskan bahwa aktivitas ini justru memiliki manfaat besar bagi otak jika dilakukan dengan cara yang tepat. 

"Daydreaming bisa mencakup banyak pengalaman. Namun, intinya, saat kita melamun, kita membiarkan pikiran kita berkelana ke tempat lain," ujar terapis pernikahan dan keluarga, Saba Lurie, LMFT. 

Menurut Lurie, melamun dapat membantu otak beristirahat sejenak dari beban pikiran sehari-hari. "Melamun memberi kita kesempatan untuk memikirkan hal-hal paling penuh harapan, magis, dan imajinatif. Ini seperti taman di pikiran kita yang hanya bisa kita akses sendiri," katanya. 

Dilansir dari Real Simple, selain menjadi ruang untuk berkhayal, melamun juga dapat mengurangi stres dan membantu otak menemukan koneksi baru antarpride. 

Meski demikian, melamun juga bisa menjadi penghambat produktivitas jika dilakukan tanpa kendali. "Kadang melamun bisa jadi teknik coping, terutama jika kita pernah mengalami trauma atau kewalahan," ujar Lurie. 

Karena itu, penting memahami cara melamun yang bisa memberi manfaat, bukan justru memperburuk kondisi emosional. 

 

Kenapa Kita Suka Melamun?

Melamun adalah bagian alami dari kerja otak manusia. "Daydreaming umum terjadi karena pikiran kita secara alami cenderung mengembara dan tidak terbiasa untuk selalu berada di momen sekarang," kata Lurie.

Aktivitas ini kerap muncul ketika kita membayangkan liburan impian, kisah cinta ideal, atau momen bertemu idola. Selain menyenangkan, melamun ternyata memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan kreativitas.

"Melamun menciptakan ruang bagi ide-ide baru untuk muncul ketika kita tidak memaksa otak fokus pada tugas tertentu," kata Lurie.

"Ini memungkinkan kita mengambil jeda mental dari pemecahan masalah yang kompleks, sehingga bisa kembali dengan perspektif baru," tambahnya. 

 

Cara Melamun yang Produktif

Melamun produktif adalah melamun yang membantu perkembangan diri.

"Melamun yang produktif cenderung fokus pada solusi atau bersifat generatif. Ini bisa berupa membayangkan cara menghadapi percakapan sulit, memvisualisasikan kesuksesan dalam mencapai tujuan, atau membiarkan pikiran menjelajah kemungkinan kreatif untuk suatu proyek," kata Lurie.

Sebaliknya, melamun yang tidak terkontrol justru bisa memperburuk perasaan negatif. "Melamun yang tidak produktif biasanya bersifat repetitif, memicu kecemasan, atau menjadi pelarian yang membuat kita terjebak," tambahnya.

Untuk itu, penting membedakan mana lamunan yang bermanfaat dan mana yang membuat kita terjebak dalam pola pikir tidak sehat.