Dokter Ortopedi: Ikut-ikutan Main Padel karena FOMO, Siap-Siap Cedera Berat!

Dokter ortopedi memperingatkan bahwa ikut-ikutan tren padel karena FOMO bisa menyebabkan cedera serius dari bahu hingga kaki. Simak tips aman bermain padel bagi pemula.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga padel kini tengah naik daun dan menjadi tren baru di kalangan masyarakat perkotaan. Lapangannya yang relatif kecil, permainan yang seru, serta faktor sosial membuat padel cepat digemari, terutama oleh kalangan muda yang tak ingin ketinggalan momen alias FOMO (fear of missing out).

Namun, di balik popularitasnya, tren ini juga membawa risiko kesehatan. Banyak orang ikut bermain padel tanpa persiapan memadai, semata karena takut tertinggal tren.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Oryza Satria, mengungkapkan angka cedera akibat padel meningkat signifikan. Keluhan umumnya muncul pada bahu hingga pergelangan tangan.

"Kalau ada pasien datang keluhannya di antara bahu dan pergelangan tangan, pasti main padel," katanya kepada Health Liputan6.com dalam wawancara ekslusif.

Cedera Akut dan Cedera Kronis

Menurut Oryza, cedera banyak terjadi karena pemain belum menguasai teknik dengan benar, ditambah kebiasaan bermain tanpa pemanasan. "Padel itu bermanfaat, tapi jangan karena FOMO lalu asal main," ujarnya.

Dia, menjelaskan, dari 10 orang pemain padel, lebih dari 50 persen mengalami cedera di bagian siku, lutut, bahu, hingga pinggang bawah. Cedera ini dibagi dalam dua jenis:

  1. Cedera akut, biasanya terjadi pada pergelangan kaki dan lutut akibat hentakan atau berhenti mendadak.
  2. Cedera kronis, kerap muncul di bahu dan siku akibat gerakan berulang dengan teknik yang kurang tepat.

Selain itu, faktor seperti footwork yang salah dan cara memegang raket yang keliru juga dapat menambah beban pada sendi.

Karakter lapangan padel yang kecil membuat permainan berlangsung cepat, sehingga pemain harus bergerak lincah ke berbagai arah.

Kondisi ini meningkatkan risiko cedera kaki maupun tendon akibat repetisi gerakan.

Pentingnya Persiapan dan Teknik

Oryza, mengingatkan, pemain sebaiknya tidak langsung turun ke lapangan tanpa persiapan. Belajar dari instruktur profesional lebih disarankan ketimbang hanya meniru teman yang belum tentu menguasai teknik.

Peralatan juga berperan penting. Sepatu dengan daya cengkeram baik dan raket yang sesuai bisa membantu mencegah cedera. Selain itu, latihan penguatan otot melalui lari atau gym juga dianjurkan sebelum bermain padel intensitas tinggi.

"Bagi pemula, cukup dua kali seminggu dulu, lalu tingkatkan bertahap," ujarnya.

Cara Bermain Aman agar Terhindar Cedera

Jika cedera terjadi, Oryza menyarankan metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Evaluation), yaitu melindungi area cedera, mengistirahatkan, mengompres dingin, memberikan tekanan ringan, serta mengevaluasi kondisi.

Jika cedera cukup serius, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan. "Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi jangan sepelekan pemanasan, conditioning, dan latihan teknik sebelum bermain," tambah Oryza.