5 Tanda-tanda Sembuhnya Cacar Air, Berikut Panduan Mempercepat Prosesnya

Pahami tanda-tanda sembuhnya cacar air, mulai dari ruam mengering hingga demam mereda. Ketahui kapan penderita tidak lagi menular dan cara mempercepat pemulihan.

Diterbitkan 17 Agustus 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cacar air atau chickenpox merupakan penyakit menular yang umum dialami, terutama oleh anak-anak, meski orang dewasa pun bisa terinfeksi. Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella zoster yang sangat mudah menyebar melalui udara maupun kontak langsung dengan cairan lenting (blister) pada kulit penderita. Menurut laman kesehatan CDC, cacar air biasanya berlangsung selama 4 hingga 7 hari dengan gejala utama berupa ruam kulit yang berkembang menjadi lenting berisi cairan, lalu mengering dan membentuk keropeng.

Meskipun cacar air sering kali dianggap penyakit ringan, komplikasi serius dapat terjadi, terutama pada bayi, ibu hamil, orang dewasa, maupun individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Oleh karena itu, mengenali tahapan gejala dan tanda-tanda pemulihan sangatlah penting agar tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga membantu penderita melewati masa penyembuhan dengan lebih nyaman.

Dalam artikel ini, Liputan6.com akan membahas tanda-tanda sembuhnya cacar air, langkah-langkah yang bisa dilakukan agar penyembuhan lebih cepat, serta cara mencegah kambuhnya penyakit ini, Minggu (17/8/2025).

Tanda-tanda Sembuhnya Cacar Air

Cacar air berkembang melalui beberapa tahap sebelum akhirnya sembuh. Mengutip dari NHS dan CDC, berikut adalah tanda-tanda bahwa cacar air mulai membaik dan menuju fase penyembuhan:

1. Demam dan Gejala Umum Mereda

Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, dan kelelahan. Saat cacar air mulai membaik, suhu tubuh kembali normal dan penderita merasa lebih segar serta nafsu makan mulai pulih.

2. Tidak Ada Lagi Lenting Baru

Cacar air ditandai dengan munculnya lenting berisi cairan di kulit. Saat proses penyembuhan berlangsung, tubuh tidak lagi memunculkan lenting baru. Hal ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa infeksi virus sudah mulai terkendali.

3. Lenting Mengering Menjadi Keropeng (Scab)

Menurut NHS, cacar air melalui tiga tahap: munculnya bintik merah, berkembang menjadi lenting cairan, lalu berubah menjadi keropeng. Saat seluruh lenting berubah menjadi keropeng kering, ini pertanda penderita sudah tidak menularkan virus dan hampir sembuh total.

4. Rasa Gatal dan Nyeri Berkurang

Salah satu gejala paling mengganggu dari cacar air adalah gatal berlebihan. Seiring membaiknya kondisi, rasa gatal semakin berkurang. Namun, penderita tetap harus menghindari garukan agar tidak menimbulkan luka atau bekas permanen.

5. Energi Tubuh Kembali Normal

Setelah melewati masa lemah dan tidak enak badan, penderita akan merasa lebih bertenaga. Anak-anak biasanya sudah kembali aktif bermain, sementara orang dewasa bisa beraktivitas dengan normal tanpa kelelahan berlebih.

Cara Membantu Cacar Air Cepat Sembuh

Selain menunggu proses alami, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan cacar air sekaligus mengurangi risiko komplikasi. Mengacu pada anjuran NHS dan CDC, berikut tipsnya:

  1. Istirahat yang Cukup: Tubuh memerlukan energi ekstra untuk melawan infeksi virus. Pastikan penderita beristirahat cukup dan menghindari aktivitas berat.
  2. Konsumsi Banyak Cairan: Minum air putih, jus buah, atau kuah sup membantu mencegah dehidrasi yang sering terjadi akibat demam. Pada anak-anak, es loli bisa menjadi alternatif cairan yang menyegarkan.
  3. Mengatasi Gatal:
    • Gunakan lotion atau gel pendingin (misalnya calamine lotion).
    • Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku.
    • Konsumsi antihistamin sesuai anjuran dokter bila gatal sangat mengganggu.
  4. Hindari Menggaruk: Menggaruk bisa menyebabkan infeksi bakteri sekunder seperti impetigo atau selulitis. Untuk anak kecil, disarankan memotong kuku dan memakaikan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur.
  5. Gunakan Pakaian Longgar: Pakaian berbahan katun yang longgar membantu kulit bernapas dan mengurangi iritasi akibat gesekan.
  6. Obat Pereda Nyeri: Paracetamol dapat digunakan untuk menurunkan demam atau meredakan nyeri. Namun, hindari pemberian ibuprofen atau aspirin pada anak karena dapat menimbulkan komplikasi serius pada kulit maupun organ tubuh.

Mencegah Cacar Air Kambuh

Cacar air umumnya hanya terjadi sekali seumur hidup karena tubuh membentuk imunitas setelah infeksi. Namun, virus Varicella zoster dapat “tidur” di dalam tubuh dan muncul kembali sebagai herpes zoster (shingles). Agar tidak kambuh dalam bentuk lain, langkah berikut bisa dilakukan:

  1. Vaksinasi Varicella: Vaksin cacar air terbukti efektif mencegah infeksi berat maupun komplikasi. Bahkan bila seseorang yang sudah divaksin masih terkena cacar air, gejalanya biasanya jauh lebih ringan.
  2. Jaga Imunitas Tubuh: Konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan tidur cukup sangat penting untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
  3. Hindari Kontak dengan Penderita: Bagi orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin, penting untuk menghindari kontak langsung dengan penderita karena virus ini sangat menular.
  4. Kelola Stres: Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh. Aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan santai dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus memperkuat imunitas.

FAQ Seputar Cacar Air

1. Berapa lama cacar air biasanya sembuh?

Biasanya 7–10 hari. Lenting mulai mengering dalam waktu sekitar satu minggu, dan penderita dinyatakan sembuh setelah semua lenting berubah menjadi keropeng.

2. Apakah cacar air bisa menular setelah lenting kering?

Tidak. Penularan berhenti setelah semua lenting berubah menjadi keropeng kering.

3. Apakah orang yang sudah pernah terkena cacar air bisa kena lagi?

Jarang terjadi. Sekali terkena, tubuh biasanya membentuk kekebalan seumur hidup. Namun, virus dapat aktif kembali dalam bentuk herpes zoster (shingles).

4. Apakah cacar air berbahaya untuk ibu hamil?

Ya. Menurut CDC, cacar air pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi serius baik pada ibu maupun janin. Vaksinasi sebelum kehamilan sangat dianjurkan.

5. Bagaimana cara mengurangi bekas luka cacar air?

Hindari menggaruk lenting, gunakan pelembap setelah sembuh, dan bila ada bekas luka yang mengganggu, konsultasikan dengan dokter kulit untuk perawatan lanjutan.

Sumber Rujukan

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) – Chickenpox Symptoms and Complications. https://www.cdc.gov
  • National Health Service (NHS) – Chickenpox. https://www.nhs.uk