Ahmad Muzani di Sidang MPR: Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Program tapi Investasi Besar Bangun Generasi Emas

Ahmad Muzani sebut program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi besar bangsa. Tak hanya atasi stunting, tapi juga penggerak ekonomi lokal demi masa depan generasi emas Indonesia.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan pemberian makanan, tapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Pernyataan ini dia sampaikan dalam sambutannya pada Sidang Tahunan MPR RI 2025 pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Menurut Ahmad Muzani, Indonesia masih menghadapi masalah serius terkait gizi buruk dan stunting. Muzani menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.

"Kita tahu gizi buruk, stunting, adalah masalah serius kita. Pemerintah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pada makanan bergizi sehingga mereka bisa tumbuh sehat, kuat, dan cerdas," ujar Ahmad Muzani.

Program Makan Bergizi Gratis dinilai tidak hanya berdampak positif pada kesehatan dan kecerdasan anak, tapi juga memberikan manfaat ekonomi.

Ahmad Muzani menyebut program ini sebagai penggerak roda perekonomian di tingkat lokal. "Lebih dari itu, program ini telah menjadi penggerak ekonomi lokal dan instrumen pemerataan ekonomi," tambahnya.

 

 

Manfaat Lain dari Makan Bergizi Gratis

Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya mengurangi angka stunting, tapi juga menciptakan kesempatan ekonomi bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang menjadi penyedia bahan pangan.

Dengan begitu, program ini dapat memberikan efek ganda. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Ahmad Muzani berharap Makan Bergizi Gratis dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, demi memastikan generasi mendatang tumbuh dengan kualitas kesehatan dan kecerdasan yang optimal.

Menurutnya, masa depan Indonesia bergantung pada upaya yang dilakukan hari ini dalam membangun pondasi generasi muda yang sehat dan berdaya saing.