Liputan6.com, Jakarta Konflik bersenjata yang tak kunjung usai penduduk Gaza kekurangan gizi termasuk anak-anak. Lalu, bantuan makanan dan susu formula yang sulit masuk ke Gaza membuat bayi dan anak-anak di sana menderita. Paling tidak sejak Maret ada 57 anak meninggal karena kekurangan gizi.
Akademisi Universitas Airlangga (Unair) Septa Indra Puspikawati konflik yang berkepanjangan di Gaza memutus banyak sistem penunjang kehidupan anak-anak di Gaza. Misalnya ibu yang normalnya bisa menyusui tapi kondisi mental yang tertekan serta kurang asupan makan membuat tidak bisa memberikan ASI.
"Jika pun ada makanan, gizinya tidak mencukupi kebutuhan dasar anak," kata Septa.
Advertisement
Alhasil, anak-anak di Gaza mengalami kekurangan gizi akut yang memiliki dampak bahaya dalam jangka pendek. Anak jadi rentan mengalami infeksi, kelelahan kronis dan keterlambatan pertumbuhan. Efek kekurangan gizi dalam jangka panjang, anak-anak berisiko mengalami kerusakan otak, gangguan perkembangan mental, hingga stunting yang menghambat kualitas hidup sepanjang hayat.
“Kita sedang menyaksikan lahirnya generasi yang kehilangan masa depan bukan karena kesalahan mereka, tetapi karena dunia gagal melindungi mereka,” lanjut dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Departemen Gizi di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair itu mengutip laman resmi.
Kegagalan Kolektif Capai Komitmen Global Dalam SDG's
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261731/original/050735700_1750684165-20250623-Anak_Gaza-AFP_2.jpg)
Septa menilai situasi yang terjadi di Gaza mencerminkan kegagalan kolektif dalam mencapai komitmen global yang tertuang dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya pada SDG 2: Zero Hunger dimana keadan di Gaza bukti nyata bahwa dunia belum berhasil menghapus kelaparan.
Lalu pada SDG 3 terkait Good Health and Well-being, di mana kesehatan anak-anak Gaza terus tergerus oleh situasi yang tidak manusiawi.
Juga pada SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions sebab tanpa perdamaian dan keadilan, mustahil menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Septa berharap Indonesia baik pemerintah dan masyarakat tidak mengambil sikap diam.
“Netralitas dalam konteks kemanusiaan adalah bentuk lain dari keheningan yang membiarkan kekejaman terus terjadi. Gizi bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang keadilan, hak hidup, dan martabat manusia,” tegasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249570/original/088086300_1749649004-20250611-Antrean_Makan-AFP_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486312/original/037172700_1769583332-edukasi_gizi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4596334/original/064410500_1696303508-Pakistan_Akan_Penjarakan_Orang_Tua_yang_Tolak_Vakisnasi_Polio_Anak-AP__5_.jpg)