Wanita 32 Tahun Melahirkan Setelah Hamil 12 Bulan

Wanita umumnya mengandung selama 9 bulan. Tapi Mary Bangure (32) dari Mutare, Afrika, melahirkan setelah mengandung 12 bulan.

Diterbitkan 12 Mei 2013, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Wanita umumnya mengandung selama 9 bulan. Tapi, Mary Bangure (32), wanita dari Mutare, Afrika, melahirkan setelah mengandung 12 bulan. Ia yakin kehamilannya yang melebihi batas waktu itu karena sihir.

Bangure menceritakan kalau bulan lalu ia kehilangan harapan bisa melahirkan. Ia merasa aneh dengan yang dialaminya karena tak pernah merasakan sakit apapun.

"Saya sangat curiga ini karya juju (sihir) karena saya tak pernah mengalami dan mendengar seperi ini. Melahirkan terlambat tiga bulan tidak mungkin, dalam batinku," ujarnya seperti dikutip NehandaRadio, Minggu (12/5/2013).

Ia menceritakan, kejadian ajaib itu bermula ketika seorang pemimpi gereja berdoa untuknya di gereja. Bangure ke depan gereja untuk memberikan uang sebagai ucapan rasa syukur dan ketika kembali ke kursinya, pimpinan gereja menyentuh perutnya dan tiba-tiba Bangure merasa lemah.

"Saya tak bisa berjalan dengan benar meskipun sudah berhasil ke tempat duduk".

"Saya mulai berkeringat dan berjuang untuk napas. Ketika saya masih di gereja, kakak saya dan jemaat lain memanggil taksi dan bergegas membawa saya ke rumah sakit di Mutare. Sangat sakit dan saya sadar ketika dalam proses persalinan".

Tiga jam kemudian, Bangure melahirkan bayi laki-laki yang sehat tanpa komplikasi.

Sihir keterlambatan melahirkan dan keguguran saat hamil memang marak terjadi Afrika. Direktur Zinatha, George Kandiero mengatakan, ada kemungkinan besar Bangure di sihir oleh orang yang cemburu atau tak senang dengan kelahirannya.

"Terlambat melahirkan tak bisa dipisahkan dari juju".

Sementara, Praktisi Medis, Dr Tendai Zuze, mengatakan, secara medis melahirkan pada usia kehamilan 42 minggu merupakan yang terlama."Dalam 10 tahun menjadi dokter dokter, saya belum menghadapi kasus aneh seperti ini. Waktu maksimum harus 42 minggu dan tidak lebih dari itu. ecara medis itu tidak mungkin," katanya.(Mel/Igw)