Sukses

Jangan Sampai Kecanduan, Ini 6 Tanda Kamu Perlu Rehat dari Media Sosial

Social media detox adalah rehat sejenak dari aktivitas apapun di media sosial dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih produktif.

Direview oleh:
dr Ainni saat ini adalah dokter umum di Rumah Sakit Bakti Timah, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial memberikan banyak manfaat, seperti berkomunikasi dengan teman atau keluarga di manapun. Kita juga bisa mendapatkan informasi dan tren terbaru dengan sangat mudah lewat Instagram, TikTok maupun media sosial lainnya. 

Selain memiliki banyak dampak positif, media sosial berefek jika digunakan secara berlebihan. Penggunaan media sosial yang berlebihan akan berakibat buruk bagi kesehatan mental.

Untuk menjaga kesehatan mental ada baiknya kita sesekali rehat dari media sosial untuk sementara atau yang biasa disebut social media detox.

Social media detox adalah rehat sejenak dari aktivitas apapun di media sosial dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih produktif. Berikut ini beberapa tanda seseorang perlu rehat dari media sosial seperti dikutip dari Cleveland Clinic pada Jumat, (15/12/2023).

1. Terlalu Sering Membandingkan

Sering dikatakan bahwa media sosial adalah sorotan utama kehidupan orang-orang, tetapi seharusnya tidak membuat merasa tidak puas dengan kehidupan sendiri. Tidak umum untuk memosting tentang perceraian, kesedihan dan kesulitan, tetapi hal-hal itu masih sering terjadi.

Jika seseorang mengalami kesulitan mengingat bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna, terlepas dari apa yang mereka posting, mungkin sudah waktunya untuk beristirahat.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

2. Terlalu Sering Scrolling Tanpa Sadar

Ada sesuatu tentang media sosial yang menghibur kita, kata Terapis Kesehatan Perilaku Jane Pernotto Ehrman, MEd, RCHES, ACHT.

Tetapi jika seseorang selalu membuka media sosial tanpa menyadarinya, itu bisa menjadi indikator bahwa seseorang sudah kecanduan.

3. Merasa Terganggu dengan Apapun yang Dilihat

Dari politik hingga hal lain, seseorang bisa mendapati dirinya marah atau kesal dengan apa yang dilihat di timeline media sosial. Mungkin seseorang bahkan stres dengan apa yang dilihat karena ia sudah scrolling terlalu jauh.

 

3 dari 4 halaman

4. Panik Saat Tidak Bisa Membuka Timeline

Terkadang seseorang merasa tidak nyaman ketika tidak memosting atau membuka media sosialnya meskipun sehari. Itu pertanda jika seseorang telah menghabiskan banyak waktu untuk media sosial.

Sebuah studi menemukan bahwa orang berinteraksi dengan smartphone mereka 2.617 kali sehari. (Hal itu termasuk scrolling, mengklik, mengirim pesan.)

5. Selalu Terhubung dengan Media Sosial 

Seseorang tidak dapat meletakkan ponselnya di pernikahan teman tanpa menggunggah sesuatu tentang hari itu. Kemudian, seseorang akan menghabiskan setengah malam hanya untuk melihat berapa banyak suka yang didapatkannya. Jika ini terjadi, sudah saatnya rehat sejenak dari media sosial.

 

4 dari 4 halaman

6. Memeriksa Media Sosial Setelah Bangun Tidur

Sebuah studi menemukan bahwa 80% pengguna smartphone memeriksa ponsel mereka dalam waktu 15 menit setelah bangun tidur. Kebiasaan ini telah dikaitkan dengan peningkatan stres dan kecemasan, belum lagi itu mengambil waktu dan perhatian (dan mungkin membuat seseorang terlambat).

Melihat ponsel sebelum tidur juga telah terbukti merangsang otak, sehingga lebih sulit untuk tertidur. Media sosial tidak lagi menyenangkan. Menjadi aktif atau bahkan memiliki akun bukanlah kewajiban.

Platform media sosial dirancang untuk menjadi menyenangkan, interaktif, dan cara bagi orang untuk terhubung. Jika kehilangan kilau dan kegembiraannya, mungkin ada baiknya menjauh.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.