Sukses

Angka Hipertensi dan Diabetes Naik, Gaya Hidup Sehat Jadi Solusi

Liputan6.com, Jakarta Prevalensi hipertensi dan diabetes di Indonesia semakin naik dari tahun ke tahun. Kedua Penyakit Tidak Menular (PTM) ini harus dikendalikan agar masyarakat tidak mengalami kompilkasi yang dapat memakan pembiayaan kesehatan lebih besar.

Terkait kenaikan prevalensi PTM di atas, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy menekankan, perlu adanya upaya pengendalian, salah satunya penerapan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat yang dimaksud termasuk implementasi dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digencarkan Pemerintah. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan hidup sehat sehari-hari seperti rajin aktivitas fisik demi mengurangi angka PTM.

“Kasus PTM meningkat dari tahun 2013 hingga tahun 2018. Penduduk yang mengalami hipertensi meningkat menjadi 34,1 persen," beber Muhadjir saat acara 'Anugerah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Awards Tahun 2022' di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Jakarta beberapa hari lalu.

"Selain itu, diabetes melitus mengalami peningkatan hingga 8,5 persen. Selain itu, proporsi penduduk dengan obesitas juga meningkat menjadi 31 persen."

Dalam sambutannya, Muhadjir juga menuturkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi global pandemik selama satu dekade ini. Tercatat, sebanyak 80 persen kasus kematian di negara berkembang disebabkan oleh PTM.

Berdasarkan data Global Burden of Disease 2019, Penyakit Tidak Menular menjadi penyumbang tertinggi kasus kematian dan kecacatan di Indonesia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kendalikan Penyakit Lewat Germas

Berdasarkan data Aplikasi Sehat IndonesiaKu yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 2 Desember 2022, dari 6.270.759 orang yang melakukan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), diperoleh gambaran sebanyak 2.453.689 orang (39,13 persen) obesitas.

Kemudian 1.941.170 (30,96 persen) hipertensi dan 138.415 orang (2,21 persen) terdiagnosis Diabetes Melitus (DM) Tipe 2.

Selain makin tingginya Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut, Indonesia juga perlu mengendalikan penyakit menular walaupun sudah mengalami penurunan dari tahun 2019. Pada tahun 2020, angka insiden tuberkulosis (Tb) di Indonesia masih sebesar 301 per 100.000 penduduk dengan angka kematian 34 per 100.000 penduduk.

“Oleh karena itu, lahirlah payung hukum yang sangat kuat, yakni Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)," jelas Menko Muhadjir Effendy.

"Ini menjadi poros utama dalam pengendalian faktor risiko penyakit pada masyarakat demi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas."

3 dari 4 halaman

Tingkatkan Perilaku Hidup Sehat

Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), diamanatkan kepada masing-masing Menteri/Kepala Lembaga, Direktur Utama BPJS Kesehatan, dan para Gubernur serta Bupati/Wali Kota untuk bersinergi menjalankan tugas dan fungsi mewujudkan Germas melalui berbagai aspek hidup sehat.

Seperti peningkatan aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan edukasi hidup sehat.

Menko PMK Muhadjir Effendy berharap Germas bisa tersosialisasikan dengan baik dan menjadi budaya yang mendarah daging bagi setiap penduduk Indonesia di semua jenjang umur dan dalam semua tahapan siklus kehidupan.

“Terimakasih kepada kementerian/lembaga yang telah menunjukkan kesungguhannya dalam pelaksanaan Germas. Saya mohon semua pemangku kepentingan kementerian/lembaga dan daerah untuk terus menggencarkan semangat hidup sehat melalui Germas,” pesannya.

4 dari 4 halaman

Kasus HIV dan Pneumonia

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menambahkan, kasus HIV/AIDS dan pneumonia di Indonesia turut menjadi sorotan.

Kelompok umur yang menderita HIV dan AIDS terbanyak ada pada usia produktif. Sebanyak 69,7 persen usia 25-49 tahun dengan HIV positif dan 34,2 persen usia 30 - 39 tahun dengan AIDS.

Pnemonia pada balita juga menjadi perhatian saat ini, dengan capaian penemuan kasus 31,4 persen di tahun 2021.

Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor penyebab semakin meningkatnya angka mordibitas dan mortalitas akibat penyakit, yang dipicu dengan kurangnya aktivitas fisik, konsumsi Gula Garam Lemak (GGL) yang tinggi, konsumsi makanan yang tidak mengikuti pola gizi seimbang, serta konsumsi tembakau yang tinggi terutama pada kelompok anak usia sekolah.

“Apabila hal ini tidak ditangani dengan baik bersama-sama, akan memberikan beban yang signifikan pada perekonomian Indonesia dua dekade mendatang dengan kerugian hingga USD4,47 triliun dari tahun 2012 sampai 2030 (Bloom et.al., 2015),” tutur Agus.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS