Sukses

Apakah Perokok Wanita Juga Rentan Terkena Kanker Sama Seperti Pria?

Liputan6.com, New Delhi - Tembakau memengaruhi setiap organ manusia dan pengguna tembakau alias perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai jenis kanker.

Di banyak negara, perokok dari kalangan wanita sedang jadi sorotan. Dulu cukup sulit menemukan perokok wanita, tapi dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan yang mencolok pada perokok dari golongan ini. 

Di India secara khusus, tren peningkatan penggunaan tembakau yang mengkhawatirkan yang terjadi pada penduduk perempuan perkotaan menjadi perhatian utama. 

Menurut Kepala Bedah Kepala dan Leher, Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Artemis, Gurugram, dr Biswajyoti Hazarika, ini akan menjadi krisis kesehatan masyarakat dalam dua dekade mendatang di India, karena pasien ini mengembangkan semua risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan tembakau.

"Sampai sekarang, kanker terkait tembakau pada wanita sebagian besar terlihat di populasi pedesaan karena penggunaan bentuk tembakau India seperti hookah atau beedi," kata Biswajyoti dikutip dari situs Times of India pada Rabu, 1 Juni 2022. "Tetapi belakangan ini telah diamati bahwa merokok meningkat di kalangan wanita perkotaan.".

Saat ini kami tidak melihat banyak kasus kanker paru-paru atau kanker kepala dan leher pada wanita akibat penggunaan tembakau, tetapi ini akan berubah dalam beberapa tahun mendatang.

Menyoroti kekhawatiran tersebut, Konsultan Pulmonolog dan Epidemiologi, PD Hinduja Hospital & MRC, Dr Lancelot Pinto, mengatakan, diperkirakan sebanyak 70 juta wanita di atas umur 15 tahun mengonsumsi tembakau di India, sebagian besar adalah tembakau tanpa asap atau kunyah (SLT).

 

2 dari 4 halaman

Risiko Kesehatan pada Perokok

Ini mengkhawatirkan karena wanita yang mengkonsumsi tembakau delapan kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker mulut daripada perokok pria, dan dua hingga empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Society of Cardiology, wanita merasa lebih sulit untuk berhenti merokok daripada pria. Menurut psikolog ada beberapa alasan berhenti merokok lebih sulit bagi seorang wanita.

"Merokok membuatnya merasa terbebaskan, itu menjadi seperti mekanisme koping untuk menghadapi tekanan hariannya dan beberapa wanita juga cenderung percaya bahwa itu membantunya menurunkan berat badan," katanya.

"Tapi ini semua adalah alasan berbahaya yang membuat mereka membayar mahal," Lancelot menambahkan.

 

3 dari 4 halaman

Merokok pada Pria dan Wanita

Studi lain mengamati bahwa pria dan wanita sama-sama merasakan merokok secara berbeda. Pria merokok untuk efek nikotin yang lebih kuat, sementara wanita merokok untuk mengatur suasana hati mereka atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.

Itu juga menunjukkan bahwa lebih banyak wanita mendambakan merokok saat mengalami episode stres.

Selain itu, Konsultan Senior, Onkologi Medis, Rumah Sakit Artemis, Gurugram, Dr Vineet Govinda Gupta, mengatakan, ada jeda waktu 10 hingga 20 tahun untuk efek buruk merokok untuk menunjukkan gejalanya pada populasi yang mengonsumsi tembakau, seperti perokok dan pengunyah paan-masala.

 

4 dari 4 halaman

Penyakit yang Berhubungan denga Tembakau

Penyakit yang berhubungan dengan tembakau, seperti kanker paru-paru dan kepala-leher, hampir menjadi penyakit eksklusif para pria sampai sekarang.

Saat ini, sejumlah besar wanita perkotaan berusia 20-an dan tinggal di metro dan kota-kota Tingkat 1 telah merokok. Pada wanita ini, efek merokok akan terlihat di usia akhir 40-an dan 50-an.

"Beberapa cara yang paling disarankan untuk berhenti merokok adalah --- temukan cara untuk tetap sibuk, cobalah mengunyah permen karet, banyak mengonsumsi air, berolahraga secara teratur, menghindari pemicu yang membuat Anda ingin merokok dan mengakui pencapaian kecil sekalipun," katanya.