Sukses

Upaya yang Bisa Dilakukan Suami Jika Istri Alami Kanker Payudara

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan berumah tangga, memberikan dukungan satu sama lain antar suami dan istri jadi hal yang penting. Apalagi dalam masa-masa yang dinilai tak mudah seperti saat istri mengalami kanker payudara.

Beberapa suami pun mungkin kebingungan apa yang harus dilakukan. Ketua Organisasi Lovepink Indonesia Samantha Barbara mengungkapkan, dalam kondisi ini suami sebaiknya ada bersama istri secara utuh.

"Ketika kita jadi suami dan istri, kita sehidup semati. Jadi ketika istri terdiagnosa kanker payudara, sebaiknya suami bisa mendukung, bisa ada di situ untuk istrinya. Secara pikiran, perasaan, semuanya utuh untuk mendampingi," ujar Samantha dalam konferensi pers bersama Docquity Clinic ditulis Jumat, (10/12/2021).

Samantha menjelaskan, kata utuh yang dimaksud olehnya berhubungan dengan fisik sang istri. Mengingat kondisi fisik yang dialami oleh wanita yang terkena kanker payudara mungkin akan mengalami perubahan.

"Kata utuh ini urusannya dengan keutuhan fisik istri, karena kalau kita bicara soal kanker payudara, sebagian mungkin treatment-nya mungkin harus mastektomi, yang berarti pengangkatan semua jaringan payudara," kata Samantha.

"Tentu itu kan ada perubahan. Ketika suami utuh mencintai istrinya, perubahan-perubahan itu enggak ada artinya. Jadi diharapkan suami bisa mendukung secara lahiriah, fisik, mental, dan bisa berada di situ menguatkan. Itu penting sekali," tambahnya.

Tak hanya itu, Samantha pun mengungkapkan bahwa sebagai seorang pasien kanker payudara, semangat dari dalam diri sendiri jadi hal yang penting. Sehingga dukungan dari lingkungan terdekat seperti suami juga bisa efektif.

"Semangat itu harus maju tak gentar, berpikir yang positif. Kalau mati, semua orang pasti mati. Tapi bagaimana hidup yang berharga ini kita jalani setiap detiknya dengan perjuangan," ujar Samantha.

2 dari 3 halaman

Potensi lainnya

Dalam kesempatan yang sama, Regional Head of Partnership Docquity Clinic, dr. Karina Andini juga mengungkapkan bahwa pertanyaan yang kerap muncul saat istri mengalami kanker payudara adalah soal keintiman.

Sedangkan dari sisi pasien, pertanyaan yang seringkali muncul salah satunya soal bagaimana cara menyikapi diagnosis kanker payudara dari segi psikologis dan juga perlu atau tidaknya rekonstruksi payudara usai mastektomi.

"Hal-hal seperti itu yang kami (para dokter di Docquity Clinic) mencoba bantu jawab, kebutuhan, dan apa yang ditanyakan," kata Karina.

Docquity sendiri merupakan sebuah jejaring yang digunakan oleh sekitar 250 ribu dokter dari negara-negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

Indonesia menjadi negara dengan anggota terbesar dari negara-negara lainnya. Mengingat pentingnya akses informasi yang tepat salah satunya soal kanker payudara, layanan telemedisin Docquity Clinic pun akhirnya dihadirkan.

3 dari 3 halaman

Infografis