Sukses

Kemenkes Ungkap Strategi 4 Pilar dalam Upaya Turunkan Angka Kanker di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit tidak menular yang angka prevalensinya naik setiap tahun secara global.

Hal ini disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes.

Karena itu, lanjut Cut Putri, Kemenkes mencanangkan strategi 4 pilar dalam upaya menurunkan angka kejadian serta kesakitan akibat kanker di Indonesia yang meliputi:

-Peningkatan cakupan vaksinasi sebagai perlindungan, khususnya untuk pencegahan kanker serviks.

-Penyebarluasan informasi secara massif terkait pengobatan kanker berbasis medis.

-Peningkatan cakupan deteksi dini kanker.

-Perbaikan terus-menerus fasilitas kesehatan dan modalitas lain di bidang kanker.

“Itu strategi 4 pilar yang telah dijalankan oleh direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI,” ujar dr. Cut Putri mengutip keterangan pers Kalbe, Minggu (1/8/2021).

2 dari 5 halaman

Deteksi Dini Kanker

Dalam keterangan yang sama, Dokter Onkologi di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Andhika Rachman juga mengatakan penyakit kanker dapat dicegah dengan cara deteksi dini kanker.

Ia menambahkan, deteksi dini kanker ada beberapa macam, di antaranya untuk penyakit kanker payudara (breast cancer) deteksi dini dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

SADARI dapat dilakukan oleh seorang wanita yang sudah menstruasi dan dapat dilakukan setiap H+10 setelah menstruasi.

Selain deteksi dini, pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah tidak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok, tidak Stress, melakukan diet seimbang, berat badan ideal, melakukan pemeriksaan secara berkala, rajin berolahraga, istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

3 dari 5 halaman

Layanan Konsultasi Kanker

Sementara itu, Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Mulia Lie menambahkan bahwa pihaknya telah meluncurkan ekosistem Oneonco.co.id sebagai layanan konsultasi kanker.

Situs tersebut memberikan akses informasi seputar kanker, akses konsultasi seputar kanker secara daring, dan akses deteksi dini kanker.

Ada pula akses direktori layanan kanker yang terdiri dari fasilitas kesehatan dengan berbagai modalitas di bidang onkologi, tenaga kesehatan di bidang onkologi serta informasi seputar komunitas kanker.

Layanan ini diluncurkan mengingat kematian akibat kanker di seluruh dunia lebih tinggi dibanding penyakit jantung dan stroke. Lebih tinggi pula dibanding total kematian akibat TBC, Malaria, dan AIDS.

Jumlah ini terus meningkat hingga diperkirakan mencapai lebih dari 2 kali lipat dalam 20 tahun dan 70 persen terjadi di negara berkembang, tutup Mulia.

4 dari 5 halaman

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah COVID-19

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini: