Sukses

Kabar Baik, Vaksin Sinovac 65,9 Persen Ampuh Cegah COVID-19 Bergejala

Liputan6.com, Jakarta Dokter dari Universitas Indonesia, Adam Prabata dalam unggahan terbarunya di Instagram (@adamprabata) menyampaikan bahwa vaksin Sinovac terbukti efektif mencegah COVID-19 bergejala hingga meninggal dunia dalam penelitian skala besar.

Menurut Adam, ini merupakan kabar baik mengingat Sinovac merupakan vaksin COVID-19 utama yang digunakan di Indonesia saat ini. Vaksin ini sudah disuntikkan ke banyak orang, terutama tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik.

“Baru-baru ini, penelitian skala besar di Chile menunjukkan efektivitas vaksin sinovac untuk mencegah COVID-19 mulai dari yang bergejala hingga meninggal dunia akibat COVID-19,” tulis Adam dalam unggahannya dikutip Jumat (9/7/2021).

Penelitian berjudul Effectiveness of an Inactivated SARS-CoV-2 Vaccine in Chile itu telah dipublikasikan di laman resmi The New England Journal of Medicine (nejm.org).

2 dari 5 halaman

Penelitian Sekala Besar

Melansir nejm.org, untuk melihat efektivitas vaksin sinovac, peneliti melibatkan lebih kurang 10,2 juta orang di Chile.

Dari 10,2 juta, 4,2 juta di antaranya sudah mendapatkan vaksin sinovac 2 dosis, 500 ribu orang baru mendapatkan vaksin sinovac 1 dosis, dan 5,5 juta orang belum divaksinasi.

Maka dari itu, Adam menyebut penelitian ini sebagai penelitian skala besar.

3 dari 5 halaman

Hasil Penelitian

Penelitian yang ditulis Alejandro Jara, Ph.D dan kawan-kawan mengemukakan hasil terkait efektivitas vaksin sinovac untuk mencegah COVID-19 bergejala.

Efektivitas tersebut keluar dengan angka 65,9 persen. Dengan kata lain, vaksin sinovac 65,9 persen efektif mencegah COVID-19 bergejala.

Di sisi lain, sinovac juga disebut 87,5 persen efektif mencegah rawat inap karena COVID-19 dan 90,3 persen efektif mencegah pasien masuk ICU karena COVID-19.

Jara juga menemukan bahwa vaksin sinovac 86 persen efektif mencegah kematian karena COVID-19.

Terkait efektivitas vaksin sinovac untuk mencegah infeksi dan penularan COVID-19, Adam mengutip pernyataan organisasi kesehatan dunia (WHO) yang menyatakan belum ada data.

“Hingga saat ini belum ada data penelitian mengenai kemampuan vaksin sinovac untuk mencegah terinfeksi dan menularkan COVID-19 ini,” tulisnya.

4 dari 5 halaman

Infografis Kasus COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini