Sukses

COVID-19 Bisa Menular Lewat Tinja, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Muncul dugaan awal bahwa COVID-19 bisa menular lewat tinja atau feses. Hal ini dilandasi temuan dokter akan kecenderungan pasien COVID-19 yang memiliki gejala saluran pencernaan disamping masalah pernapasan. Lantas, benarkah hal tersebut?

"Sejauh ini masih dalam studi lebih lanjut. Tapi ditemukannya hasil swab anal positif dari pasien jadi dugaan COVID-19 bisa menular melalui tinja," kata dr Virly Nanda Muzellina, SpPD dalam diskusi Penyakit Saluran Cerna dan COVID-19 di laman instagram Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI), ditulis Kamis (24/6/2021).

Menurut Virly, sampai saat ini penelitian belum menunjukkan bahwa COVID-19 dapat menular melalui tinja, tidak seperti demam tifoid atau Rotavirus.

"Selain itu, belum terdapat bukti tentang kelangsungan hidup virus COVID-19 pada air bersih maupun air limbah. Namun diharapkan kita tetap menjaga kebersihan kamar mandi," katanya.

 

Simak Video Berikut Ini:

2 dari 4 halaman

Pentingnya menjaga kebersihan kamar mandi

Dikutip dari laman Yayasan Gaestroentologi Indonesia (YGI) jika memungkinkan, sebaiknya pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah menggunakan kamar mandi yang berbeda dengan keluarga khususnya ketika sedang mengalami diare.

"Apabila tidak memungkinkan, maka bersihkan kamar mandi setiap hari termasuk membersihkan dudukan toilet, pegangan flush, dan pegangan pintu kamar mandi. Jagalah agar kamar mandi tetap bersih dan kering, serta jangan lupa untuk menutup kloset dan menyiramnya setelah Anda selesai buang air besar," dalam keterangan tersebut.

Selain penggunaan toilet, lanjut Virly, sebaiknya kebiasaan mencuci tangan juga harus benar-benar dijaga dengan baik.

"Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari tangan menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda," jelasnya.

 

3 dari 4 halaman

COVID-19 dan diare

Virly mengatakan, studi kecil di RSCM menunjukkan, pasien yang datang dengan masalah saluran pencernaan 80 persennya ternyata menderita COVD-19.

"Keluhannya mulai dari mual, muntah nyeri perut dan diare," katanya.

Dalam penelitian di China, penurunan nafsu makan dan diare merupakan gejala saluran pencernaan yang sering terjadi pada pasien COVID-19 diikuti oleh mual, muntah, dan yang lebih jarang nyeri pada perut dan perdarahan saluran cerna.

Beberapa orang yang terinfeksi COVID-19 mungkin mengalami diare tanpa ada gejala saluran pernapasan dan demam. Dalam beberapa kasus, gejala flu pada pasien terinfeksi muncul setelah adanya diare.

Adanya keluhan pada saluran cerna seperti diare, kehilangan nafsu makan, atau mual dapat disebabkan oleh banyak hal selain COVID-19. Namun mengalami salah satu dari gejala tersebut selama masa pandemi bukan berarti Anda mengidap COVID-19. Jadi tetaplah bijaksana untuk memberi perhatian kepada keluhan Anda selama masa pandemi ini. Ketika Anda mengalami keluhan tersebut, tetap pantau gejalanya, obati secara mandiri terlebih dahulu, dan tingkatkan kekebalan tubuh adalah yang utama.

4 dari 4 halaman

Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta