Sukses

Kebalikan dari Mitos, Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Atasi Jerawat

Liputan6.com, Jakarta - Asupan makanan sangat berpengaruh pada kesehatan termasuk kesehatan kulit. Meski diperlukan lebih banyak riset terkait hubungan makanan dengan jerawat, tetapi beberapa makanan diketahui dapat mengatasi jerawat.

Dilansir dari OnHealth, beberapa orang yang mengalami masalah jerawat ditemukan rendah dalam asupan antioksidan seperti vitamin E dan selenium. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel dan membantu menangkal infeksi. Kabar baiknya, senyawa ini banyak dikandung dalam kacang-kacangan. Kacang Brazil, kacang tanah, dan almond dapat membantu membersihkan jerawat.

Meski kaya akan antioksidan, kacang juga tinggi lemak dan kalori sehingga perlu berhati-hati ketika mengonsumsinya. Penyajian yang disarankan adalah tiga sampai empat butir kacang Brazil atau sekitar 24 butir almond.

Biji-bijian, sereal gandum, oatmeal, wortel, apel, dan makanan berserat tinggi lainnya pun bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Makanan berserat tinggi membantu mengontrol gula darah yang memengaruhi kadar hormon lain yang terlibat dalam pembentukan jerawat.

Salmon dengan kandungan asam lemak omega-3-nya juga dapat digunakan untuk mengatasi jerawat. Mengonsumsi ikan juga menurunkan IGF-1, protein yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

Tiram dapat diandalkan sebagai makanan untuk mengatasi jerawat. Seng yang terkandung dalam tiram bersifat antibakteri dan dapat membantu membunuh jenis bakteri tertentu yang menyebabkan jerawat. Seng juga menghambat produksi bahan kimia yang memicu peradangan yang membentuk jerawat. Namun, konsumsinya perlu dibatasi.

2 dari 4 halaman

Hindari Makan Cokelat

Memakan cokelat dapat memicu timbulnya jerawat dan kakao dianggap sebagai penyebabnya. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan cokelat dengan kandungan kakao 10 kali lebih banyak tidak lebih mungkin untuk berjerawat daripada mereka yang makan cokelat yang mengandung kakao dalam jumlah biasa. Di sisi lain, memakan cokelat hitam bisa jadi pilihan untuk mengatasi jerawat karena kandungan susu dan gulanya rendah.

Berdasarkan hasil sebuah penelitian lain, meminum lebih banyak susu akan meningkatkan risiko munculnya jerawat. Efeknya semakin kuat pada susu skim. Para peneliti menduga hal ini karena hormon dalam susu dari sapi yang hamil. 

Gula, nasi putih, roti putih, dan kue merupakan makanan indeks glikemik tinggi dapat memperburuk jerawat. Makanan dan minuman indeks glikemik tinggi memicu produksi insulin untuk menurunkan gula darah. Kaskade hormon yang mengikuti asupan makanan ini meningkatkan produksi minyak di kulit. Minyak yang menyumbat pori-pori kulit berpotensi menimbulkan jerawat.

Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi

3 dari 4 halaman

Infografis 6 Cara Ampuh Hilangkan Bekas Jerawat

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut