Sukses

Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli 2021, Pakar Kesehatan: Bila Kasus COVID-19 Belum Terkendali Sebaiknya Tunda

Liputan6.com, Jakarta - Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra mengatakan kasus COVID-19 di Indonesia masih dinamis. Bila kasus COVID-19 di Indonesia belum terkendali pada Juli 2021 sebaiknya sekolah tatap muka ditunda.

"Akan mudah membuka sekolah tatap muka bila kasus COVID-19 terkendali. Sekarang persoalannya belum terkendali. Selama kasus COVID-19 belum terkendali amat riskan," kata Hermawan dihubungi Senin (8/3/2021).

Kasus COVID-19 terkendali ditandai dengan puncak kasus COVID-19 sudah melewati puncak sehingga terjadi penurunan 14 hari berturut-turut. Lalu, positivity rate di bawah lima persen.

Hermawan juga mengatakan, pertimbangan sekolah tatap muka kembali digelar tidak hanya mengandalkan vaksinasi COVID-19 pada tenaga pendidik seperti guru dan dosen. Meski nanti sudah 100 persen tenaga pendidik yang divaksin COVID-19, lalu siswa dan mahasiswa belum, tetap perlu disuntik vaksin Corona.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) ini juga menyoroti usia anak didik terkait penerapan protokol kesehatan. Pada usia TK dan SD, menurutnya bakal sulit diatur untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau anak usia SD ke bawah sangat riskan, karena belum memiliki otonomi pemikiran dan sikap. Walaupun sudah diajarkan memakai masker dan mencegah berkerumun tapi mereka tetap bermain, bersendau gurau dan itu amat sulit dikendalikan," katanya.

Berbeda halnya pada anak SMA atau kuliah yang sudah bisa mengatur diri menjalankan protokol kesehatan

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Bila COVID-19 Terkendali

Bila nanti pada Juli 2021 kasus COVID-19 sudah terkendali, bukan hanya protokol kesehatan perorangan yang perlu diperhatikan. Juga protokol ruang dan barang.

"Tidak hanya sekadar protokol kesehatan orang, tapi juga ruang dan barang. Ini tengan tata kelola fasilitas, proses disinfeksi, aliran udara ruangan," kata Hermawan.

Tentu kebijakan tiap-tiap sekolah mengenai protokol orang, ruang dan barang harus disesuaikan. Di kota misalnya apakah ruangan kelas di ruang tertutup dengan AC. Tentu beda pengelolaanya dengan sekolah tanpa AC dengan jendela terbuka lebar.

3 dari 4 halaman

Infografis

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut