Sukses

Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Kedua di Dunia, Kanker Masih Sering Tidak Disadari

Liputan6.com, Jakarta Kanker adalah penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah penyakit jantung dan stroke. Kanker juga merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia.

Pada tahap awal perkembangannya, kanker tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdeteksi saat telah mencapai stadium lanjut. Ini menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kematian akibat kanker.

Dari tahun ke tahun, jumlah pengidap kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2013, disebutkan bahwa jumlah pengidap kanker di Indonesia berada pada angka 1,4 per 1.000 penduduk, dan jumlah tersebut naik menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada 2018.

Hal ini disampaikan Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr Dedyanto Henky Saputra, M. Gizi. Menurutnya, masalah ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

“Pada saat awal perkembangan, kanker tidak menimbulkan gejala sehingga banyak pasien kanker yang tidak menyadari. Bila dikenali sejak awal, kanker besar kemungkinan bisa dikendalikan,” ujar Dedyanto mengutip keterangan pers, Rabu (3/3/2021).

Ia menambahkan, secara umum penanganan kanker terbagi menjadi pengobatan lokal dan pengobatan sistemik. Pengobatan lokal meliputi operasi dan radiasi, sedangkan pengobatan sistemik mencakup kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 5 halaman

Menjaga Asupan Nutrisi Selama Pengobatan

Selama menjalani pengobatan, pasien umumnya mengalami beberapa efek samping, misalnya kesulitan makan baik karena pengobatan yang dijalani maupun hilangnya nafsu makan.

Di sisi lain, pasien harus tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama menjalani perawatan. Nutrisi yang tepat menjadi penting karena bisa mempertahankan berat badan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh, kata Dedyanto.

Peningkatan daya tahan tubuh akan menentukan tindakan selanjutnya dalam penanganan kanker. Selama pengobatan, mulut penderita dapat menjadi pahit atau penuh sariawan sehingga menyulitkan untuk menelan makanan padat.

Salah satu cara untuk menjaga asupan nutrisi adalah dengan mengonsumsi makanan berbentuk cair.

“Kesulitan mengonsumsi nutrisi padat bisa diganti dengan nutrisi cair sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, maupun sesudah menjalani terapi. Dukungan nutrisi yang tepat akan mengoptimalkan terapi kanker pada pasien,” ujar Dedyanto.

3 dari 5 halaman

Nutrisi Pendukung bagi Pengidap Kanker

Salah satu pendukung nutrisi bagi pejuang kanker adalah Nutrican. Nutrican merupakan makanan yang tinggi energi dan protein serta diformulasikan khusus untuk pejuang kanker.

Nutrican adalah produk hasil kerjasama dengan rumah sakit rujukan kanker nasional, Dharmais. Nutrican bisa digunakan sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, serta sesudah menjalani terapi bagi pejuang kanker.

“Nutrican dirancang khusus untuk pejuang kanker dan memiliki kandungan penting seperti tinggi kalori, tinggi protein, Omega 3, asam amino esensial, serat pangan, 12 vitamin dan 8 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pejuang dan penyintas kanker,” terang dr. Selvinna, dari Kalbe Farma.

Selain Nutrican, Kalbe juga menghadirkan layanan One Onco, atau Kalbe Oncology Total Solution, yaitu layanan onkologi terintegrasi, yang memberikan layanan diagnostik terpadu, terapi (pengobatan) hingga komunitas bagi pasien kanker.

 

4 dari 5 halaman

Infografis Akar Bajakah dari Kalimantan Bisa Sembuhkan Kanker?

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini