Sukses

Angka Keterisian Ruang ICU Capai 69,5 Persen, Imbas Kerumunan Massa Acara FPI?

Liputan6.com, Jakarta - Imbas dari libur panjang akhir Oktober 2020, terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang diikuti tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU, khususnya di DKI Jakarta. Di Jakarta, keterisian tempat tidur ruang ICU sudah mencapai 69,5 persen.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan, kenaikan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di ruang ICU juga termasuk imbas dari kegiatan kerumunan massa acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di sejumlah daerah beberapa hari lalu.

"Di Jakarta, angka (keterisian) ruang ICU mencapai 69,5 persen. Tetapi ini pun harus bisa kita upayakan untuk tidak menambah lagi," tegas Doni saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/11/2020).

"Sejumlah kasus yang ikut menambah terjadinya (peningkatan) kasus COVID-19 selama libur panjang yang lalu adalah kegiatan-kegiatan kerumunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Petamburan juga Slipi. Kemudian juga di Tebet Timur serta Megamendung, Bogor, Jawa Barat."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Keterisian ICU Naik di Beberapa Daerah

Dilihat secara nasional, Indonesia mencapai kasus COVID-19 yang relatif lebih tinggi dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Dua hari yang lalu, kasus COVID-19 mencapai 1.579 dan kemarin (Minggu, 22 November 2020) 1300-an kasus.

"Memang juga harus diakui bahwa terjadi peningkatan kasus COVID-19 selama libur panjang yang lalu. Namun, kalau dilihat angkanya masih bisa kita kendalikan. Artinya, tidak lebih tinggi dibandingkan pada libur panjang Agustus 2020 yang lalu," lanjut Doni.

"Sejumlah rumah sakit di Banten, Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami peningkatan (keterisian tempat tidur) di atas 70 persen untuk ruang ICU. Oleh karena itu, kita harus mampu mengajak seluruh komponen bangsa untuk patuh kepada protokol kesehatan."

Terkait peningkatan kasus COVID-19 akibat kerumunan, Doni menekankan, seluruh masyarakat yang terlibat kegiatan tersebut dapat bersedia menjalani tes antigen. Hal ini sebagai upaya memastikan, apakah terinfeksi COVID-19 atau tidak.

"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat yang ikut dalam aktivitas kerumunan agar secara sukarela bersedia melakukan swab antigen yang telah disiapkan oleh pemerintah juga Dinas Kesehatan DKI di sejumlah puskesmas. Pemeriksaan itu gratis pada masyarakat," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Kasus Aktif Turun, Angka Sembuh Naik

Meski terjadi peningkatan keterisian tempat tidur ruang ICU, Satgas COVID-19 mencatat, pengendalian COVID-19 di Indonesia sudah cukup baik. Kasus aktif mengalami penurunan dan kesembuhan meningkat.

"Walaupun begitu, angka kematian di Indonesia masih berada di atas angka kematian global, tetapi ini pun mengalami penurunan beberapa pekan terakhir. Angka kematian berada pada posisi 3,3 persen, kemarin sudah turun menjadi 3,19 persen," terang Doni.

"Membandingkan kasus aktif Indonesia dengan global, saat ini terjadi selisih 15,65 persen. Kasus aktif kita 12,78 persen, sedangkan di dunia 28,43 persen. Dan di sebuah negara terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang sangat tinggi sekali."

Untuk angkat kesembuhan di Tanah Air, selisih dengan angka global mencapai 14,83 persen.

"Suatu selisih yang sangat tinggi sekali. Di negara kita, angka sembuh 84,03 persen, sedangkan angka kesembuhan global 69,20 persen. Prestasi ini tentunya harus kita jaga dan pertahankan," imbuh Doni.

4 dari 5 halaman

Infografis Kerumunan di Petamburan dan Potensi Klaster Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: