Sukses

Pengguna Telemedicine di Inggris Meningkat Selama Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 membuat masyarakat berpikir dua kali jika tidak benar-benar diperlukan untuk keluar rumah. Itu sebabnya konsultasi online atau jarak jauh antara pasien dengan tenaga kesehatan alias telemedicine meningkat pesat termasuk di Inggris.

"Ya, secara dramatis terjadi peningkatan penggunaan telemedicine," kata Minister of Innovation at the Department of Health and Social Care United Kingdom, Lord Bethel saat ditanya Health-Liputan6.com.

Tidak menjelaskan berapa persen peningkatan telemedicine, tapi Bethel mengatakan kehadiran teknologi amat membantu pasien bisa berkonsultasi soal kesehatan tanpa perlu tatap muka.

"Banyak dokter umum tetap bisa bekerja dari rumah, mereka bisa tetap terhubung dengan pasien, bisa melakukan konsultasi tanpa perlu kontak langsung," kata Bethel dalam sesi tanya jawab penandatanganan MoU Bidang Kesehatan antara Indonesia dengan Inggris pada Senin, 22 Juni 2020.

 

2 dari 2 halaman

Kerja Sama Telemedicine Indonesia - Inggris

Telemedicine merupakan salah satu area kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Inggris. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengungkapkan juga mengatakan dalam sesi ini ingin mempelajari bagaimana Inggris menerapkan telemedicine.

"Soal telemedicine, kami ingin mempelajari bagaimana Inggris menerapkan telemedicine. Sehingga nantinya bisa meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan," kata Terawan.

Di era pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia lewat Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyarankan masyarakat bila sakit untuk berkonsultasi lewat telemedicine. Hal ini guna mengurangi risiko pertemuan dengan orang lain agar tidak terpapar virus SARS-CoV-2.