Sukses

Cek Fakta Kesehatan: Imbauan Tak ke Mal dan Resto, Paparan Jamur Sama Bahayanya dengan COVID-19?

Liputan6.com, Jakarta Sebuah pesan berantai beredar terkait jamur dalam AC yang dapat membunuh manusia dan ajakan untuk tidak makan di restoran yang sudah tutup berbulan-bulan akibat COVID-19.

Bahkan pesan tersebut menyebut, faktor di atas dinilai mengerikan karena bukan COVID-19 yang membunuh, melainkan jamur dalam AC juga adanya pipis tikus dan kecoak.

Berikut ini isi lengkap pesan berantai yang beredar:

 

+++++++

Utk saudara2ku terkasih sy ingat kan ya nt klo  mal2 dlm waktu dekat ini akan  di buka kembali tlg jgn ke mall dl ya  krn pd saat mall tdk boleh buka banyak brg2 rusak  yg berubah jd brg jamuran.  Mengerikan bukan covid sj yg membunuh  manusia tp jamur2 dlm ac yg terhirup oleh kita  yg  merusak paru, hati2 ya lur , blom pipis tikus , kacoa jg geli, mknan yg sdh 3 bln. Pokok nya jgn mkn di resto yg sdh tutup berbulan2 . Hati2 🙏🏻 🙏🙏 tlng ya demi kesehatan

2 dari 4 halaman

Fenomena Sick Building Syndrome

Sebelum viral pesan berantai soal jamur AC, publik sempat geger karena foto-foto sepatu dan tas di mal yang penuh jamur akibat lockdown COVID-19 selama dua bulan di Malaysia. Selanjutnya, ada pula potret kursi bioskop yang dipenuhi jamur di salah satu bioskop di Malaysia.

Terbaru, dikabarkan pihak mall sudah melakukan bersih-bersih tiga minggu lalu. Sejumlah produk yang dipajang di mall pun mulai dibersihkan. AC dan unit ventilator juga dibersihkan untuk memastikan tidak ada lagi jamur yang bertebaran. 

Tak hanya itu saja, pembuangan barang rusak akibat jamur dan tidak layak untuk konsumen dilakukan pihak mall. Upaya ini juga memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Berjamurnya barang-barang dan bioskop disebabkan kondisi udara yang lembab dan panas. Ini karena selama pusat perbelanjaan ditutup, AC dimatikan. AC pun harus dibersihkan dari jamur.

Terkait jamur dalam AC yang dikatakan membunuh manusia, ahli epidemiologi California Department of Public Health, Mark Mendell menjelaskan, penelitian menunjukkan ada sedikit ketakutan terhadap hal tersebut.

Penelitian Mendell dalam jurnal berjudul Risk Factors in Heating, Ventilating, and Air-Conditioning Systems for Occupant Symptoms in US Office Buildings: The US EPA BASE Study menunjukkan, bahaya paparan dari jamur yang ada pada AC.

"Jika Anda memiliki sistem AC yang tidak dirawat dengan baik atau dirancang dengan buruk, baik di rumah, kantor atau kendaraan, kontaminasi terkontaminasi dan berpotensi berbahaya," tulis Mendell, dikutip dari Time, Jumat (29/5/2020).

Mendell mempelajari efek kesehatan dari sistem pendingin udara sementara bersama Laboratorium Energi AS Lawrence Berkeley National Laboratory. Dari hasil studi, asma yang memburuk dan alergi adalah dua masalah kesehatan yang bisa timbul dari AC yang buruk dan banyak terdapat jamur.

Sebuah fenomena yang terdengar tidak menyenangkan dengan istilah sick building syndrome. Fenomena tersebut dikaitkan dengan berbagai gejala berupa hidung tersumbat, masalah pernapasan, sakit kepala, kelelahan, dan kulit yang teriritasi.

Penelitiannya sendiri berkaitan dengan sistem AC di gedung perkantoran dengan munculnya banyak gejala yang sama.

"Penjelasan yang paling mungkin, yakni ada beberapa mikroorganisme yang tumbuh dalam sistem AC yang mungkin memiliki efek sensitif pada orang-orang tertentu," kata Mendell.

"Tapi tidak jelas berapa banyak orang yang sensitif terhadap mikroorganisme."

Jurnal Mendell yang dipublikasikan National Library of Medicine pada 20 Mei 2008 kembali menegaskan, jika sistem AC buruk, apakah karena pemeliharaan yang buruk, kerusakan atau desain yang buruk dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri dan jamur.

3 dari 4 halaman

Kabar yang Cenderung Hoaks

Lantas apakah jamur dalam AC dapat membunuh manusia? Dalam jurnal Mendell tidak disebutkan jamur dalam AC dan sistem AC yang buruk dapat langsung membunuh manusia.

Hanya saja memang benar dapat menimbulkan permasalahan kesehatan, seperti fenomena sick building syndrome.

Praktisi Kesehatan Ari Fahrial Syam menanggapi kabar jamur dalam AC dan ajakan untuk tidak makan di restoran yang sudah tutup berbulan-bulan. Menurutnya, kabar viral tersebut cenderung hoaks.

"Saya pikir, itu terlalu berlebihan dan cenderung hoaks," tegas Ari saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui pesan singkat, pagi tadi.

Dalam hal ini, masyarakat tidak perlu cemas terkait makanan yang dijual di pusat perbelanjaan dan makanan di restoran. Ini karena pihak mall dan restoran tetap membersihkan area lingkungan, barang-barang, dan membuang makanan yang sudah tidak layak konsumsi, sebagaimana yang dilakukan mall di Malaysia yang sempat viral berjamur tersebut.

"Ya, semestinya kita tidak perlu cemas ya. Pasti pihak toko dan mall tetap membersihkan," tutup Ari.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: