Sukses

Kemenkes: Penularan Virus Corona Diduga karena Bermutasi Lebih Cepat

Liputan6.com, Jakarta - Terkait penularan virus corona atau yang dikenal 2019-nCoV masih menjadi bahan perbincangan. Seperti halnya ada yang menyebut bahwa kontak dengan orang terdekat (close contact) memudahkan penularan virus tersebut. Benarkah?

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono, mekanisme penularan virus corona antar manusia melalui kontak dekat masih banyak versinya.

"Versinya itu ya dari droplet (percikan) saat kita bersin atau batuk. Selanjutnya, penularan lewat udara (airborne). Bisa juga dari jaringan mukosa tubuh," kata Anung saat konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (3/2/2020).

"Kalau misalnya kita jabat tangan dengan orang lain, tapi sebelumnya habis mengucek mata dan pegang makanan, virus bisa menular."

 

2 dari 2 halaman

Ganasnya Virus Corona

Salah satu penyebab terbesar penularan virus corona antar manusia karena perubahan sifat virus. Virus dinilai terlalu ganas tatkala masuk ke tubuh manusia.

"Jadi, virusnya menjadi ganas pas masuk ke manusia. Diduga bermutasi lebih cepat. Ini baru dugaan lho ya. Diduga juga mutasi cepatnya ini mirip H2N1 (flu babi)," Anung menegaskan.

Sebagaimana disampaikan Menteri Kementerian Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, langkah strategis penanganan virus corona dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat.

"Bapak Menkes kan sering bilang, kita harus tetap menjaga kebugaran. Karena pada dasarnya, sekali lagi, virus ini self limiting disease. Artinya, semua bisa kembali (sehat) apabila daya tahan tubuh kita baik," Anung melanjutkan.

"Kalau saya kasih ilustrasi, misalnya, di ruangan ini andaikan punya kemampuan bisa melihat, ruangan banyak bakteri. Ada juga virus yang bisa menempel dan masuk ke tubuh. Tapi alhamdulillah, teman-teman tetap sehat (karena kekebalan tubuhnya kuat)."