Sukses

Beri Otakmu Nutrisi Dengan Membaca

Liputan6.com, Jakarta Membaca tidak hanya mengisi sesuatu ke dalam kepala seseorang, tetapi juga seperti memberi nutrisi. Ini adalah ilmu terbaru tentang keajaiban dari sebuah buku.  

Dilansir dari The Healthy pada Kamis (16/1/2020), membaca terbukti dapat mempertajam kemampuan otak dengan cara yang sederhana dan murah.

"Biasanya, ketika kamu membaca akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir," kata Maryanne Wolf, penulis buku Dyslexia, Fluency, and the Brain.

Maryanne juga menambahkan bahwa membaca juga menjadikan seseorang memiliki tombol jeda yang unik untuk berbagai pemahaman dan wawasan.

Sebuah penelitian kecil di Emory University menemukan bahwa beberapa manfaat tersebut bertahan selama lima hari. Manfaat dari membaca akan terus bertahan setelah kamu selesai membacanya.

"Kami menyebutnya aktivitas bayangan, hampir sama seperti memori otot," kata Gregory Berns, PhD, direktur Center for Neuropolicy di Emory University.

Membaca juga memberikan energi pada bagian otak yang bertanggung jawab atas aktivitas motorik, sulkus pusat (lipatan ke dalam atau depresi yang ditemukan di seluruh permukaan otak).

Hasil sebuah penelitian yang dilakukan di Stanford University menunjukkan dalam pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI), orang-orang yang jauh lebih dalam membaca novel Jane Austen memiliki peningkatan darah yang mengalir ke otak.

2 dari 4 halaman

Membaca Juga Memperbaiki Disleksia

Para ilmuwan di Carnegie Mellon University mempelajari anak-anak usia 8 sampai 10 tahun yang berada di bawah rata-rata dalam hal membaca. Seratus jam dalam kelas perbaikan membaca secara signifikan meningkatkan kualitas otak mereka.

Otak anak-anak tersebut mulai membaik dalam hal membaca dengan cara seperti itu. Kemampuan untuk membaca dengan seksama merupakan suatu hal yang harus dipelihara.

3 dari 4 halaman

Tentang Disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar yang melibatkan kesulitan membaca karena masalah mengidentifikasi suara dan bagaimana mereka berhubungan dengan huruf serta kata (decoding). Disebut juga sebagai kecacatan membaca , disleksia mempengaruhi otak yang memproses bahasa.

Seseorang dengan disleksia memiliki kecerdasan normal dan biasanya memiliki penglihatan normal. Kebanyakan anak dengan disleksia dapat berhasil di sekolah dengan les atau program khusus. 

Penulis : Vina Muthi A.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kenali 7 Mitos Disleksia
Artikel Selanjutnya
Kenali 7 Mitos Disleksia (1)