Sukses

Berawal dari Garasi Rumah, Rhenald Kasali Terjun di Dunia Pendidikan Anak Usia Dini

Liputan6.com, Jakarta Nama Rhenald Kasali pasti sudah tidak asing bagi sebagian kita. Kiprahnya di dunia akademik tidak diragukan lagi. Namun, dia tidak hanya menaruh perhatian pada pendidikan tingkat tinggi. Rhenald bersama istri Elisa Kasali punya perhatian besar pada dunia pendidikan anak usia dini.

Rhenald Kasali menceritakan pengalamannya pada 1998. Usai menamatkan studi S3 di University of Illinois at Urbana Champaign di Amerika Serikat, Rhenald dan Elisa kembali ke Indonesia. Saat itu, ia melihat betapa jauhnya kualitas kesehatan dan pendidikan anak di Indonesia dengan di Amerika.

Tak diam saja, pasangan ini pun melakukan sesuatu. Kegiatan posyandu di garasi rumahnya daerah Jatimurni, Bekasi menjadi awal tumbuhnya gerakan perubahan di bidang pendidikan anak usia dini. Setelah itu, mendirikan rumah baca dan kemudian mendirikan PAUD dan TK dengan nama Kutilang.

"Nama Kutilang ini bukan singkatan. Kami hanya mengambil filosofinya. Harapan yang kami sematkan, semoga kutilang-kutilang kecil itu nanti bisa tumbuh besar menjadi rajawali-rajawali hebat. Rajawali yang akan terbang tinggi mengarungi luasnya alam, lalu kembali turun untuk membangun kehidupan," kata Elisa dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku Sentra, Inspiring School dengan tema "Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini Demi Masa Depan Yang Cemerlang" di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Untuk menjadi rajawali, kata Elisa, sekolah harus menginspirasi, harus dimulai dari prinsip bermain. Jangan biarkan guru menghapuskan suasana bermain di sekolah, namun dengan bermain anak bisa dibentuk disiplin, kemampuannya untuk tetap fokus dan melatih imajinasi serta menghidupkan kemampuan motorik kasar dan halusnya.

Kini PAUD dan TK Kutilang kini tumbuh menjadi salah satu contoh institusi pendidikan anak usia dini di Indonesia. 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Bangun Daya Analitis Anak

Di sekolah Kutilang, anak-anak akan dipantau perkembangannya, bahkan sebuah bengkel dikembangkan untuk membuat alat permainan edukatif yang bisa merangsang anak untuk berpikir.

Menurut Rhenald, ketika teknologi bergerak begitu cepat dan mengubah berbagai kehidupan, terdapat bidang yang masih harus dibongkar sampai ke akarnya, bidang tersebut adalah pendidikan.

"Untuk menaikkan level pengetahuan siswa, tidak bisa dilakukan secara instan. Membangun daya analitis, critical thinking, dan problem solving butuh waktu panjang dan harus dilakukan sejak usia dini," kata Rhenald.

 

Penulis: Salsabila Fauziah Rahman

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Memahami Proses Belajar 'Paripurna' ala Mark Zuckerberg dalam Pameran Garis Mahir
Artikel Selanjutnya
Rhenald Kasali: Ada yang Sedang Mengalihkan Persoalan Jiwasraya