Sukses

Pentingnya Seni bagi Tumbuh Kembang Anak Autis

Liputan6.com, Jakarta Seni adalah salah satu cara yang terbukti efektif dapat mendorong perkembangan anak autis maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) lainnya. Melalui kegiatan seni seperti menggambar dan melukis kemampuan komunikasi dan interaksi sosial pada anak dapat berkembang.

“Salah satu cara yang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan autisme adalah melalui kegiatan seni,” kata Nuryanti Yamin, Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center di teamLab Future Park, Gandaria City, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Nuryanti menjelaskan bahwa seni mempunyai banyak manfaat pada anak autis. Seni dapat digunakan untuk membantu masalah pemrosesan sensorik, seperti taktil (peraba) dan visual (penglihatan).

Selain itu, seni dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, sosial emosional, ekspresi, adaptable, dan meningkatkan kemampuan untuk mengenali ekspresi wajah.

 

2 dari 3 halaman

Terapi Seni

Anak dengan autisme tidak dapat mengekspresikan emosi seperti anak lain. Dengan diperkenalkan pada seni, anak berkebutuhan khusus dapat berimajinasi dan mengekspresikan diri. 

“Kalau anak sudah minat, anak akan melakukan hal itu secara terus-menerus. Ketika anak melakukan suatu hal yang rutin, itu lagi itu dan lagi kita bisa melihat bahwa sebenarnya anak itu minat dengan kegiatan itu. Dan biasanya yang menjadi tugas kita sebagai guru anak ini diajari dari titik nol seperti megang pensil, tapi minat gambarnya tinggi,” terang Nuryanti.

Nuryanti yang juga seorang guru yang mengajar di Sekolah Drisana, sekolah khusus untuk anak autis, menerangkan bahwa melalui terapi seni anak akan diajarkan hal-hal umum terlebih dahulu seperti memegang pensil dengan benar dan mengenalkan anak dengan banyak bentuk. Hal ini dilakukan supaya apa yang dipikirkan anak dapat direpresentasikan pula dengan baik melalui gambar.

Penanganan yang tepat terhadap anak dengan autisme memungkinkan anak tumbuh dan berkembang dengan bakat yang luar biasa sehingga membuatnya mandiri. Melalui kegiatan seni seperti menggambar anak dapat menuangkan apa yang dirasakan, diinginkan, dan diucapkan.

“Kondisi anak dengan autisme bisa berangsur-angsur membaik jika ditangani sejak dini, salah satunya melalui terapi seni. Melalui seni, anak dengan autisme dapat lebih mudah beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, “ tambah Dian Sastrowardoyo, pekerja seni yang juga ibu anak autis di kesempatan yang sama.

 

Penulis: Winda Nelfira

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Hasil Karya Seniman Autis Terjual Seharga Rp350 Miliar
Artikel Selanjutnya
Bocah Down Syndrome Hibur Sahabat Autis dengan Pelukan dan Tepukan Hangat