Sukses

Benjolan Sebesar Melon di Leher Pria Ini Ternyata Kanker

Liputan6.com, Jakarta Milton Wingert, lelaki berusia 81 tahun didiagnosis kanker setelah benjolan di lehernya membesar dari waktu ke waktu hingga sebesar melon. Benjolan tersebut bisa mencekik Wingert apabila tidak segera dioperasi.

"Saya terus menemui dokter yang berbeda dan pergi ke rumah sakit yang berbeda. Namun, benjolan ini terus berkembang semakin besar dan besar," ucap Wingert seperti dikutip Live Science, Senin (18/11/2019).

Wingert didiagnosis menderita kanker jaringan lunak yang disebut dengan sarkoma pleomorfik sejak awal Mei 2019. Menurut Mayo Clinic, jenis kanker ini dapat berkembang di pembuluh darah serta kulit yang dalam, lemak, otot, atau jaringan saraf.

Kanker jenis ini dikenal bisa berkembang dengan cepat. Biasanya akan muncul di satu bagian tubuh, meskipun bisa menyebar ke lokasi lain.

Saat awal didiagnonis, benjolan di lehernya hanya tampak seukuran tomat ceri. Sehingga masih bisa ditutupi oleh Wingert dengan kain atau scarf. 

Sebulan setelahnya, benjolan tersebut membengkak hingga seukuran apel. Barulah saat itu Wingert memutuskan untuk mengunjungi dokter untuk mengangkat tumornya. Akan tetapi, ahli bedah pertama yang ia kunjungi menganggap operasi terlalu berisiko.

Wingert berusaha mencari bantuan di rumah sakit lain, namun ia hanya mendapatkan respons yang sama. Kedua ahli khawatir mengeluarkan benjolan tersebut dapat berisiko memutus pembuluh darah utamanya.

Benjolan tersebut tumbuh di sekitar arteri karotid atau pembuluh darah utama, yang memasok darah ke otak, leher, dan wajah.

"Saya mulai khawatir, bertanya-tanya kapan saya akan menjalani operasi itu. Tumor itu bertumbuh dengan cepat hingga akhirnya sudah seperti melon berukuran kecil," ucap Wingert.

 

2 dari 2 halaman

Jika Tidak Segera Ditangani Hampir Meninggal

Pada awal November ini, Wingert dirujuk menemui dokter di Mount Sinai Hospital, New York. Di sana, ia ditangani oleh Dr. Nazir Kahn, seorang ahli bedah kepala dan leher.

"Itu adalah tumor terbesar yang pernah saya operasikan. Saya segera menanganinya dan menjadwalkan operasi. Karena khawatir nyawanya bisa terancam apabial tumor tersebut semakin membesar," ucap Khan.

Operasi berlangsung selama tujuh jam, yang sebenarnya lebih cepat dari yang direncanakan. Para ahli bedah juga tidak harus merekonstruksi daerah leher Wingert. Pria asal New York ini akhirnya pulih dan menjalani perawatan kanker lebih lanjut untuk beberapa bulan ke depan.

"Saya tahu ia akan membutuhkan terapi lebih lanjut, dan pelatihan yang membuat saya optimis dengan cara tertentu. Karena saya tahu ia masih memiliki hidup yang harus ditempuh. Walaupun awalnya ia sangat ketakutan, tapi ia melakukan operasi dengan baik," jelas Kahn.

Wingert tampak optimis dan mengacungkan jempolnya kepada dokter setelah operasi.

"Saya akan merayakan ulang tahun yang ke 82 pada akhir bulan November. Ini seperti keajaiban," tutup Wingert.

 

Penulis: Diviya Agatha

Loading
Artikel Selanjutnya
Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Kanker, Ini 12 Manfaat Daun Wortel untuk Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Gonta-Ganti Pewarna dan Sering Luruskan Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?