Sukses

Bisakah Membuat Open Relationship Menjadi Hubungan yang Sehat?

Liputan6.com, Jakarta Open relationship atau hubungan terbuka yang tidak monogami. Orang yang menjalani hubungan ini memperbolehkan masing-masing orang berhubungan romantis dengan orang lain. Beberapa orang mungkin berpikir open relationship berisiko menghasilkan hubungan yang tidak sehat.

Akan tetapi, penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Sex Research menunjukkan open relationship ternyata bisa menjadi hubungan yang sehat. Kondisi ini tergantung pada sejauh mana persetujuan Anda bersama pasangan mengenai kenyamanan dan komunikasi tentang hubungan romantis pasangan dengan orang lain.

"Kami tahu bahwa komunikasi bermanfaat bagi semua pasangan. Tetapi, dalam open relationship, komunikasi menjadi sangat penting. Karena pasangan harus mempertahankan hubungan mereka dengan ekstra," ucap profesor psikologi di University of Rochester, New York, Ronald D. Rogge, Kamis (7/11/2019) seperti dikutip Medical News Today.

Persetujuan, komunikasi, dan kenyamanan

Para peneliti menganggap ketiga kondisi ini sebagai sesuatu yang fundamental bagi hubungan yang sehat. Mereka menggambarkan kondisi ini sebagai proses adaptif yang akan membantu Anda dan pasangan untuk melindungi hubungan dari efek buruk kerentanan yang bisa menimbulkan stres.

"Saling setuju merupakan suatu kondisi di mana kedua pasangan setuju secara eksplisit mengenai sifat hubungan mereka. Sementara, dimensi komunikasi mencakup diskusi mengenai hubungan dan apa saja batasan-batasannya," ucap para peneliti.

 

2 dari 3 halaman

Aturan Jelas

Selain komunikasi menjadi landasan yang penting, para peneliti berpendapat bahwa komunikasi tentang hubungan romantis dengan orang lain juga memeran peran sentral dalam open relationship. Misalnya, pasangan menegosiasikan aturan tentang berhubungan intim luar hubungan sambil mempertahankan rasa saling menghormati satu sama lain.

"Saling menghormati juga berhubungan dengan kenyamanan. Termasuk apakah pasangan merasa bahwa ia harus menyetujui open relationship atau tidak, meskipun ia merasa tidak benar-benar menginginkannya," ucap peneliti.

Pertanyaan seputar kenyamanan juga berhubungan dengan seberapa marahnya Anda jika mengetahui bahwa pasangan Anda berhubungan dengan wanita atau pria lain, begitupun sebaliknya. Jika Anda tidak terlalu kesal, itu pertanda bahwa Anda dan pasangan memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi.

Jika ada rasa marah, Anda mungkin tidak cocok menjalani hubungan terbuka seperti ini. Tak ada salahnya berhenti dan mencari hubungan yang monogami.

 

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Loading