Sukses

Viral Khasiat Kulit Bawang Merah untuk Sembuhkan Stroke, Ini Kata Praktisi Medis

Liputan6.com, Jakarta Media sosial tengah diramaikan dengan pembahasan mengenai sebuah tulisan yang mengungkap manfaat kulit bawang merah bagi kesehatan. Apa benar kulit bawang merah memiliki khasiat membantu menyembuhkan stroke dan menurunkan tekanan darah tinggi?

Stroke Sembuh, Darah Tinggi Hilang Total Dengan Bawang Merah. Begini Cara Meramunya, begitu judul artikel yang ditilik Liputan6.com pada Jumat (30/8/2019).

"Ketika orang menderita stroke dan mengalami kelumpuhan, kulit bawang merah juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengobatan," begitu tulis artikel itu.

Health-Liputan6.com bertanya kepada pakar mengenai kebenaran hal ini. Rupanya, bila ditilik secara medis belum ada bukti atau kajian ilmiah terkait kulit bawang merah dengan stroke.

"Setahu saya ini tidak punya dasar ilmiah yang jelas," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siska Suridanda Danny lewat pesan teks Jumat (30/8/2019) sore.

Dalam penanganan stroke secara medis, pasien harus segera mendapatkan penanganan usai serangan stroke. Setelah serangan stroke, pasien sebaiknya datang ke rumah sakit kurang dari 4,5 jam seperti disampaikan dokter spesialis saraf RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Mohammad Kurniawan beberapa waktu lalu. Sayangnya, data menunjukkan hanya 10 persen yang datang sesegera mungkin usai serangan stroke datang.

"Rata-rata terlambat datang. Bahkan ada pasien yang sudah kena stroke, lalu sehari kemudian baru ke rumah sakit. Ada juga pasien yang baru lima hari datang. Mereka datang dulu ke orang pinter," jelas Kurniawan.

 

2 dari 2 halaman

Bawang Merah dalam Sudut Pandang Homeopathy

Menanggapi tulisan yang viral di media sosial di atas, praktisi homeopathy (pengobatan yang menggunakan unsur-unsur alami seperti tanaman, hewan dan mineral) Tjok Gde Kerthyasa, BHSc (Hom.), ADHom mengatakan selama ini tidak pernah menggunakan kulit bawang merah dalam terapi.

"Saya tidak pernah menggunakan kulitnya (bawang merah) dalam praktek saya," kata Tjok Gde kepada Liputan6.com.

Begitu pula dengan bawang merah, Bachelor of Health Science (Homeopathy) dari University of New England ini tidak menggunakan umbi tersebut dalam penanganan stroke. 

"Saya belum punya pengalaman langsung dengan bawang merah untuk stroke. Ramuan homeopathy yang saya paling sering berikan untuk kasus stroke adalah Arnica," kata Tjok Gde kepada Liputan6.com.

Arnica atau lengkapnya Arnica montana adalah sejenis bunga yang tumbuh di daerah pegunungan. Di dunia homeopathy, tumbuhan ini dikenal dan sering digunakan untuk mengobati segala jenis cedera otot, benturan kepala, menghentikan pendarahan hingga melancarkan darah beku.

"Masih banyak lagi yang dapat diobati dengan Arnica tapi harus dalam bentuk homeopathic karena Arnica dalam bentuk langsung adalah tanaman beracun," tekan Tjok.  

 

Penggunaan Bawang Merah dalam Homeopathy

Dalam pengobatan homeopati, Tjok juga menggunakan bawang merah. Biasanya digunakan sebagai materi untuk terapi beberapa masalah kesehatan.

"Memang dimanfaatkan dalam materia medica homeopathy tetapi lebih dikenal sebagai ramuan pilek, alergi dan rhinitis," tuturnya. 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Memahami Cara Mencegah Stroke, Tidak Sekadar Cek Tensi Semata
Artikel Selanjutnya
Main Gim Terlalu Lama, Remaja Thailand Meninggal Terserang Stroke