Sukses

Fakta Soal Produksi ASI di Payudara Kanan dan Kiri yang Beda

Liputan6.com, Jakarta - Air susu ibu (ASI) merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi usia nol hingga enam bulan. Selama memenuhi hak anak tersebut, ada saja hal-hal yang membuat ibu menjadi stres.

Ada kalanya produksi ASI mengalami fase penurunan. Hal ini biasanya baru disadari ibu ketika memerah atau memompa ASI.

Dari hasil perahan akan terlihat jelas jumlah produksi ASI baik di payudara kanan maupun payudara kiri. Seringkali produksi ASI di payudara kanan dan kiri, jumlahnya sangat berbeda. Benarkah selalu demikian?

Faktanya, tubuh ibu akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi dan akan dikeluarkan baik di payudara kanan maupun kiri. Kondisi ibu sangat mempengaruhi produksi ASI.

 

2 dari 4 halaman

ASI Tak Keluar, Jangan Khawatir

Seperti kualitas istirahat, kesehatan psikis ibu dan kebiasaan bayi menyusu. Bayi yang jarang menyusu atau hanya menyusu di satu payudara akan berpengaruh besar terhadap produksi ASI yang dihasilkan ibu.

Dilansir dari Parents, jika produksi ASI di payudara kanan dan kiri berbeda atau tidak sama, usahakan agar tidak terlalu khawatir berlebihan. Produksi ASI yang berbeda adalah sesuatu yang normal terjadi.

Umumnya, ini disebabkan karena intensitas menyusui biasanya dilakukan di satu sisi saja. Hal itulah yang kemudian membuat satu payudara lebih banyak produksi ASI-nya.

Selama produksi ASI tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi buah hati, ibu tak perlu terlalu khawatir berlebihan.

 

3 dari 4 halaman

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Untuk meningkatkan produksi ASI, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan untuk menyusui secara bergantian di payudara kanan atau pun kiri, jika bayi hanya mau menyusu di satu sisi payudara usahakan untuk memompa satu sisi payudara lainnya.

Lalu kelola stres dengan baik, cukupi kebutuhan nutrisi dan gizi dengan lebih baik lagi juga perbanyak konsumsi air putih, sayur dan buah.

Selama tidak ada hal keluhan terhadap kesehatan ibu ibu dan buah hati selama menyusui, tidak perlu terlalu khawatir berlebihan.

Namun, jika merasa aneh atau sakit saat menyusui bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi atau dokter.

Penulis : Muthia Nugraheni/ Dream.co.id

4 dari 4 halaman

Simak Video Terkait ASI

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Uji Coba Kartu Prakerja di Jakarta dan Bandung
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur