Sukses

5 Fakta tentang Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN yang Baru

Liputan6.com, Jakarta Hasto Wardoyo resmi menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pelantikan Hasto menjadi Kepala BKKBN dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek di Auditorium BKKBN Jakarta Timur pada Senin, 1 Juli 2019.

Kabar soal terpilihnya Hasto Wardoyo menjadi Kepala BKKBN sebenarnya sudah santer terdengar pada pertengahan Mei 2019. Presiden Joko Widodo pun angkat bicara mengenai alasannya memilih Bupati Kulon Progo ini menjadi Kepala BKKBN.

"Ya, itu dokter, dan komunikasi publik seorang bupati kan jauh lebih baik untuk mengkampanyekan (program) keluarga berencana," kata Jokowi saat berada di Malang pada Senin, 13 Mei 2019 seperti dilansir Antara.

Lalu, seperti apa sosok Hasto Wardoyo? Berikut faktanya seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Anak Bungsu dari 8 bersaudara

Pria kelahiran 30 Juli 1964 ini adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Putra dari mandor hutan ini sejak kecil memang sudah memiliki tekad maju dan berdikari. Salah satu contohnya ia sudah mulai memelihara kambing sejak duduk di bangku SMP.

Saat dirinya diterima Fakultas Kedokteran UGM pada 1983, penjualan ternaknya amat membantu menghidupi biaya kuliah kedokteran yang tidak murah.

 

2 dari 4 halaman

2. Terpilih 2 Kali Jadi Bupati Kulon Progo

Putra asli Kulon Progo ini sudah dua kali terpilih menjadi pemimpin daerah tempat asalnya. Bersama Sutedjo, mereka terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo periode 2011-2016.

Di periode selanjutnya, pasangan bupati - wakil bupati ini kembali maju memimpin kabupaten di barat Yogyakarta ini. Rakyat Kulon Progo pun kembali memilih pasangan ini. Mereka resmi dilantik sebagai Bupati - Wakil Bupati Kulon Progo periode 2017-2022 pada Senin, 22 Mei 2017.

3. Pimpin Kulon Progo dengan ragam inovasi

Sejak terpilih menjadi Bupati Kulon Progo, ada banyak inovasi yang dihadirkan Hasto dan jajarannya utnuk membangun daerah tersebut. Salah satunya adalah lewat program Bela dan Beli Kulon Progo.

Ini adalah sebuah gerakan untuk membeli produk-produk lokal yang dimiliki diwarga lokal. Warga diminta untuk membeli beras, air minum, dan batik milik warga kabupaten tersebut.

Berkat program itu, Hasto berbicara di forum pertemuan International Council for Small Business (ICSB) mewakili Asia di Markas PBB di New York, Amerika Serikat pada 12 Mei 2018. 

3 dari 4 halaman

4. Praktik Dokter Tak Pungut Biaya

Di sela-selanya menjadi bupati, Hasto menyempatkan praktik sebagai dokter kebidanan dan kandungan di RSKIA Sadewa di Babarsari, Sleman.

Ia praktik setiap Selasa dan Kamis malam, kadang-kadang Sabtu pagi.Bukan tanpa sebab dia tetap aktif praktik di tengah kesibukannya sebagai bupati. Menurutnya, profesi dokte ritu memerlakukan keterampilan.

"Jika berhenti praktik keterampilan tersebut pasti hilang," kata Hasto kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Saat menjalankan praktik, ia membebaskan biaya kepada pasien alias gratis. "Saya tidak praktik di Kulon Progo, tapi di kabupaten lain dan tetap gratisi, " tuturnya.

5. Pakar Bayi Tabung

Hasto adalah salah satu pakar infertilitas dan bayi tabung di Yogyakarta. Banyak pasiennya tidak hanya dari Kota Pelajar bahkan luar kota.

Di 2010, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Instansi Kesehatan Reproduksi & Bayi Tabung, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada 2010.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini: