Sukses

Alasan Perlu Keluarkan Serpihan Kayu yang Masuk ke Kulit

Liputan6.com, Jakarta Mungkin Anda pernah kemasukan serpihan kayu ke kulit. Walau hanya kecil sekali, tetap perlu dikeluarkan. 

Membiarkan serpihan kecil ini tetap di dalam tubuh bisa berakibat buruk. Seperti dilansir dari Live Science, Ashley Jones dari The Ohio State University Wexner Medical Center menyebut bahwa hadirnya benda asing ke kulit ini bila dibiarkan bisa berujung infeksi.

"Kulit merupakan pembatas fisik yang mencegah infeksi," ungkap Jones.

Hal ini membuat potongan kecil yang masuk ke dalam kulit ini membuat bakteri menjadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Bahkan, bakteri ini mungkin sudah berada di dalam potongan kayu tersebut dan masuk ke dalam aliran darah.

Infeksi seperti ini biasanya disebabkan oleh bakteri tetanus. Ketika bakteri ini masuk ke dalam tubuh orang yang belum mendapat vaksin, maka dapat memunculkan racun yang menyerang sistem saraf.

"Saya sarankan jangan biarkan serpihan dibiarkan begitu saja," ungkap Jones.

 

2 dari 2 halaman

Gunakan Alat Bantu

Anda bisa mengeluarkan serpihan ini sendiri baik dengan tangan atau menggunakan alat bantu. Namun jika kesulitan, juga bisa meminta bantuan tenaga medis untuk melakukannya.

Jika serpihan ini tidak dikeluarkan, tubuh memang tak bakal menyerap atau mencerna serpihan tersebut. Alih-alih, tubuh disebut bakal mendorong serpihan itu keluar.

Serpihan ini mungkin menyebabkan reaksi peradangan yang mungkin dapat menyebabkan bengkak dan kemerahan di area tersebut. Lebih lanjut, mungkin keluar nanah untuk mengeluarkan serpihan ini.

Ketika peradangan terjadi selama beberapa hari atau minggu, bagian ini mungkin bisa tumbuh menjadi benjolan permanen atau kadang disebut granuloma. Hal ini merupakan benjolan pelindung sel imun yang melindungi tubuh dari objek asing.

Terkadang, tubuh bisa mengeluarkan serpihan ini secara alami dari kulit tanpa menimbulkan respons peradangan. Namun pada kondisi lain, serpihan ini bisa berada di dalam tubuh selamanya.

Walau pada banyak kasus hal ini tidak berbahaya, namun sebaiknya kamu tetap perhatikan hal ini. Pada orang tua dan anak-anak, jika mengalami hal ini maka segera periksakan diri ke dokter

 

Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com

Loading