Sukses

Kenali Gejala Infeksi Saluran Kencing pada Wanita, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Infeksi saluran kencing atau yang sering disingkat ISK adalah infeksi bakteri yang  menyerang daerah saluran kemih. Infeksi saluran kencing terjadi karena kuman masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju uretra. 

Jika tidak segera mendapat perawatan, maka infeksi bakteri bisa meluas ke saluran kencing, ginjal, dan uretra. 

Infeksi saluran kencing, lebih sering terjadi pada wanita, dibandingkan pria. Pada kenyataannya, wanita bisa mengalami infeksi saluran kencing lebih dari sekali. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan Infeksi saluran kencing, berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber Sabtu (23/3/2019) tentang gejala infeksi saluran kencing pada wanita. 

2 dari 4 halaman

Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

1.  Anatomi pada Tubuh Perempuan

Anatomi tubuh wanita tentu berbeda dengan pria, wanita memiliki panjang uretra (saluran terakhir yang membuang urin ke luar tubuh) yang lebih pendek dibandingkan dengan pria.

Perbedaan ini yang membuat bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih wanita.

2.  Kurangnya Konsumsi Air Putih

Saat tubuh kekurangan minum, ginjal akan kehilangan cairan. Ginjal membutuhkan cairan agar dapat berfungsi lebih baik. Ini akan membuat Anda menjadi jarang buang air kecil dan urin menjadi lebih pekat.

Kekurangan cairan pada ginjal akan memancing bakteri untuk menyerang, sehingga terjadilah infeksi saluran kencing. Maka tubuh sangat membutuhkan cukup air untuk mencegah terjadinya infeksi pada organ tubuh yang lainnya.

3. Tidak Membersihkan Kelamin Dengan Benar

Uretra wanita berada lebih dekat ke anus. Oleh karena itu, wanita sangat disarankan untuk membilas dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar. Hal ini dilakukan untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra.

Bakteri dari usus besar, seperti bakteri E. coli, bisa saja berpindah ke uretra ketika anda membilas dari belakang ke depan. Bakteri ini kemudian bisa masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi. Jika infeksi tidak segera diobati, infeksi bisa menyebar ke daerah ginjal.

4.  Bakteri Escherichia Coli

Yang paling sering menjadi penyebab infeksi saluran kencing adalah bakteri Escherichia Coli, atau biasa disebut juga sebagai bakteri E. coli.  

5. Kebiasaan Seksual

Hubungan seks bisa menjadi salah satu penyebabnya. Biasanya bakteri ini disebarkan lewat aktivitas seksual antara pria dengan wanita. Wanita yang lebih aktif secara seksual memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi saluran kencing dari pada wanita yang tidak aktif secara seksual. Mempunyai pasangan seksual baru juga meningkatkan risiko seorang wanita terkena infeksi saluran kencing.

Melakukan aktivitas seksual juga dapat memicu perpindahan bakteri dari vagina ke uretra, sehingga bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih.Umumnya saluran uretra wanita lebih pendek dari laki-laki. Maka sangat dianjurkan bagi wanita untuk buang air kecil sesudah melakukan hubungan seksual.

6. Pemakaian Alat Kontrasepsi Tertentu

Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis diafragma dan spermisida (krim yang dapat membunuh sperma) memiliki risiko terkena infeksi saluran kencing lebih tinggi.

Diafragma dapat menekan uretra dan memperlambat pengosongan kandung kemih. Urin yang menetap di kandung kemih memungkinkan bakteri untuk tumbuh dan menyebabkan infeksi. 

7. Monopause

Seiring dengan proses penuaan, semua wanita akan mengalami proses ini. Fase alami tersebut disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh wanita., kadar hormon estrogen pada wanita lebih rendah, sehingga terjadi perubahan pada saluran kemih wanita. Hal ini membuat wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kencing.

3 dari 4 halaman

Gejala Infeksi Saluran Kencing

Karena lebih banyaknya faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kencing, wanita harus lebih waspada terhadap gejala infeksi saluran kencing, seperti merasa sakit tidak nyaman saat buang air kecil? Atau anyang-anyangan merupakan salah satu gejala infeksi saluran kencing.

Berikut ini adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang harus diketahui :

- Kemaluan terasa terbakar ketika buang air kecil

- Air seni akan keluar seperti darah atau berwarna keruh.

- Anda akan sering merasa ingin kencing.

- Jika sudah kencing, air seni yang dikeluarkan tidak akan keluar banyak, dan malah disertai rasa sakit.

- Air seni Anda akan berbau tidak sedap.

- Perut bawah di sekitar kemaluan akan terasa kram dan tidak nyaman.

- Suhu tubuh akan naik sehingga kadang terjadi demam.

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kencing

Bersihkan kelamin dengan air bersih.

Jika membasuh vagina (untuk wanita), lakukan pola dengan  membersihkan dari arah depan menuju belakang (vagina menuju anus). Hal ini dilakukan agar bakteri dari anus tidak menyebar ke organ intim.

Selalu ganti pakaian dalam setiap hari atau dua kali sehari jika Anda merasa sudah tak nyaman.

Jangan biasakan menahan kencing.

Minum air mineral yang cukup, 8 gelas perhari.

Biasakan buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Uji Coba Kartu Prakerja di Jakarta dan Bandung
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur