Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bosan dengan Dildo, Wanita Jerman Pilih Berhubungan Seks Pakai Balon

Liputan6.com, Jakarta Seorang perempuan berusia 31 tahun di Jerman memiliki "mainan" yang tidak biasa untuk digunakan saat berhubungan seks. Wanita yang dijuluki Maggy Berloon (bukan nama sebenarnya), itu menggunakan balon.

Maggy mengatakan, dia mulai bereksperimen dengan balon lebih dari satu dekade lalu. Bahkan sebelum bertemu dengan suaminya, Jan. Dilkutip dari Mirror pada Selasa (22/1/2019), bercinta dengan balon adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.

Maggy mengatakan, dirinya bisa "menikmati" balon dengan berbagai ukuran. Baik yang normal, besar, hingga bentuk lainnya. Dia mengungkapkan ada sensasi yang muncul dari keberadaan balon-balon tersebut.

"Balon entah bagaimana membuat orang terangsang, tetapi bagaimana ini bisa sepenuhnya beragam," ujar Maggy.

Maggy sendiri mengaku bahwa dirinya adalah seorang "Looners" atau pencari kepuasan dengan balon.

"Sebagian besar Looners terangsang dengan memainkan balon. Duduk di atasnya atau menggosoknya dan berhubungan seks dengannya, sendirian atau dengan satu atau lebih banyak orang," ungkap wanita asal Solingen itu.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bisa meledak kapan saja

Maggy mengatakan bahwa aspek terpenting untuk bercinta dengan balon adalah kekuatan untuk menggoda dan mendorong batas.

"Kamu mungkin berpikir kamu berada dalam kendali penuh, tetapi itu tidak benar. Balon bisa meledak kapan saja, tidak diinginkan atau diprovokasi."

Kecintaannya dengan balon membuatnya membuka sebuah usaha bernama Balloons United. Sebuah toko untuk para Looners dan penggemar balon.

Dia mengatakan, dirinya ingin agar para pecinta balon tidak lagi merasakan kesepian. Selain itu, dia juga ingin agar orang lain menerima fetish ini sebagai sesuatu yang biasa.

"Kebanyakan orang secara alami terkejut dan memiliki banyak pertanyaan, karena mereka tidak pernah mendengar sebelumnya atau tidak pernah memiliki kesempatan untuk bicara dengan seseorang tentang hal ini," ujarnya.

Loading