Sukses

Jari Kelingking Bengkak, Ternyata Wanita Ini Tertular TBC

Liputan6.com, California, Amerika Serikat Seorang wanita berusia 42 tahun asal California, Amerika Serikat mengalami pembengkakan dan rasa sakit di jari kelingking kirinya selama seminggu. Wanita yang tak disebut namanya itu melaporkan, tidak ada luka berat yang dialami akibat jari kelingking yang bengkak.

Wanita tersebut punya riwayat lupus eritematosus sistemik. Kondisi itu merupakan salah satu jenis penyakit lupus yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ.

Dari pemeriksaan jari kelingking, dokter menemukan adanya bakteri penyebab tuberkulosis (TBC), Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan fisik jari kelingking yang bengkak menunjukkan adanya pembengkakan jaringan lunak.

Radiografi dan pencitraan resonansi magnetik mengungkapkan wanita itu mengalami pembengkakan jaringan lunak, tetapi tidak ada kelainan tulang, dilansir dari laman The New England Journal of Medicine, Minggu (23/9/2018).

Laporan kasus jari bengkak dan temuan bakteri TBC pada pasien wanita tersebut ditulis dokter Jennifer Mandal dan Mary Margaretten dari University of California di San Francisco, yang berjudul Tuberculosis of the Finger. Laporan dipubliksikan di The New England Journal of Medicine pada 20 September 2018.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bakteri TBC dari batuk suami

Temuan adanya bakteri penyebab TB berhasil terkuak setelah pasien wanita menjalani tes kulit. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan, suami pasien yang baru pulang bepergian dari Tiongkok rupanya sedang batuk.

Batuk pun semakin parah setelah si suami pulang ke rumah. Dokter yang memeriksa suami pasien wanita mendiagnosis, suami pasien terkena tuberkulosis paru aktif. Bakteri TBC ini mudah menular ke istrinya.

Hal tersebut dipengaruhi obat lupus yang dikonsumsi wanita itu menekan sistem kekebalan. Ia pun rentan tertular bakteri TBC dari suaminya.

Meskipun gejala TBC berupa jari yang bengkak termasuk langka, pengobatan perlu diperhatikan. Pasien wanita itu harus minum empat jenis obat antituberkulosis selama sembilan bulan. Setelah itu, gejala jari kelingking pun sudah hilang sepenuhnya.