Sukses

Kisah Mantan Tentara yang Kini Jadi Atlet Paralimpiade 2018

Liputan6.com, Jakarta Atlet yang tampil di Paralimpiade 2018 rupanya berasal dari latar belakang beragam. Salah satunya Owen Pick yang tergabung dalam kontingen Britania Raya. Atlet dari cabang snowboarding ini dulunya seorang tentara yang hampir kehilangan nyawa saat bertugas.

Kisah ini bermula atlet paralimpiade andalan Britania Raya ini harus dipulangkan ke negaranya usai bertugas di Afghanistan pada Januari 2010. Dilansir dari New Market Journal, Jumat (9/3/2018), saat itu Pick hampir meninggal karena terkena ledakan dari alat peledak rakitan.

Meski selamat, Pick mengalami kerusakan pada kaki kanan. Hal inilah yang membuat mantan tentara Inggris tersebut harus menjalani operasi selama delapan belas bulan. Hingga akhirnya dia harus merelakan bagian bawah lutut pada kaki kanan diamputasi.

Meski sudah tidak dapat melayani negaranya sebagai seorang tentara, pria 26 tahun ini telah menemukan cara lainm mengharumkan bangsanya, yakni dengan menjadi seorang atlet snowboarding di setiap ajang paralimpiade.

"Menjadi tentara adalah hal yang saya impikan saat masih kecil dan saya akan senang bisa kembali. Namun, saya tidak merasa semuanya telah berakhir. Itu tidak sesuai dengan jati diri saya," ungkap Pick yang juga bakal bertanding di Paralimpiade 2018 yang digelar di Pyeongchang, Korea Selatan.

 

 

Saksikan juga video berikut ini :

1 dari 2 halaman

Raih juara di ajang Paralimpiade

Tanpa latar belakang atlet bukan halangan bagi Owen Pick untuk menjadi juara. Pria pecinta aktivitas yang memicu adrenalin ini mengaku dirinya terus menerus berlatih, belajar, dan berkompetisi dalam beberapa tahun terakhir.

Hal inilah yang membuatnya mencapai puncak prestasi dalam waktu singkat, yakni memenangkan medali perak di Kejuaraan Dunia 2017.

"Anda hanya harus melakukan yang terbaik dari situasi buruk dan itulah yang saya lakukan. Snowboarding adalah hal yang paling dekat dengan tentara dalam hal adrenalin, dan saya menyukainya," ujar Pick.

Kini, pria berdomisili di sebuah desa kecil bernama Anglian Timur ini sudah siap bersaing dengan atlet lainnya di  Paralimpiade Musim Dingin 2018, yang akan dimulai 9 Maret 2018.

Artikel Selanjutnya
Bermodal Paku, Komplotan Rampok Gasak Jutaan Rupiah Milik Tentara