Sukses

Studi: Hidup Lebih Bahagia Tanpa Facebook

Liputan6.com, Jakarta Media sosial seperti Facebook menjadi tempat menyebarnya segala informasi. Ditambah saat liburan seperti ini, semua orang akan mengunggah status dan foto liburan. Ketika Anda hanya bisa diam di rumah atau sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor, perasaan sebal, iri, atau bahkan tidak bahagia akan mengantui tiap kali membuka Facebook.

Rupanya ada cara paling mudah untuk menghindari kondisi ini, seperti yang disampaikan oleh peneliti asal University of Copenhagen.

Penelitian yang diterbitkan November 2016 lalu yang berjudul "Quitting Facebook Leads to Higher Levels of Well-Being", menemukan bahwa menutup Facebook akan membuat hidup lebih menyenangkan.

Morten Tromholt, peneliti asal Denmark ini merekrut 1.095 responden yang terbagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama, responden tidak menggunakan akun Facebook selama satu minggu. Sementara kelompok kedua mengakses seperti biasa.

Hasil penelitian menemukan 88 persen orang yang meninggalkan Facebook selama seminggu merasa lebih bahagia, daripada orang-orang yang online Facebook seperti biasanya. Sementara 81 persen responden masih berusaha untuk tidak menggunakan media sosial itu.

Lebih mengkhawatirkannya, penelit juga menemukan bahwa 55 persen orang justru merasa lebih stres saat menggunakan Facebook. Empat dari sepuluh pengguna merasa iri melihat postingan orang lain di Facebook, dan 39 persen merasa kurang bahagia dibandingkan teman-temannya di Facebook. Dikutip dari Good Housekeeping, Senin (26/12/2016)

Jadi, termasuk kelompok manakah Anda?