Sukses

Percuma Minum Kopi Tapi Kurang Tidur

Liputan6.com, Jakarta Penelitian menemukan, bahwa seseorang yang tidak mendapatkan tidur yang cukup dalam beberapa hari, tetap tidak bisa mengandalkan kafein untuk menambahkan kesadaran mereka.

Seperti dilansir dari Live Science, Senin (20/6/2016), penelitian ini dilakukan pada 48 peserta yang selama lima hari berturut-turut hanya tidur selama lima jam. Dua kali sehari, para peserta mengonsumsi plasebo atau meminum kafein sebanyak 200 miligram, atau sama dengan secangkir besar kopi. Studi tersebut dilakukan secara acak, sehingga para peneliti maupun peserta tidak mengetahui apa yang mereka ambil.

Dalam studi tersebut, para peserta menghabiskan waktu selama seminggu di dalam laboratorium, dan meminum salah satunya (plasebo atau kafein) setiap jam 8 pagi dan 12 malam. "Mereka menjalani beberapa pemeriksaan suasana hati, kantuk, tetap terjaga, dan waktu untuk reaksi tubuh," kata penulis pimpinan studi tersebut, Tracy Jill Doty, seorang ilmuwan perilaku biologi dari Walter Reed Army Institute of Research di Silver Spring, Maryland.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup yang diberi kafein, memiliki respon yang cepat selama dua hari pertama dibandingkan dengan grup yang diberi plasebo, tetapi tidak pada tiga hari terakhir. Grup yang diberi kafein lebih bahagia daripada yang mengonsusmi plasebo.

Tetapi setelah malam ketiga, kedua grup sama-sama gagal dalam tes-tes sebelumnya dan mengalami penurunan dalam ketajaman perhatian, walaupun mereka sudah diberi kafein.

"Hasil penelitian ini sangat penting, karena kafein digunakan secara luas untuk menajamkan ketajaman perhatian ketika sedang dalam pembatasan tidur," ujar Doty. Data dari penelitian ini menambahkan juga bahwa dosis yang sama dari kafein tidak akan cukup untuk mencegah rasa kantuk jika Anda sudah tidak tidur secara cukup selama beberapa hari. 

Loading