Sukses

Ini Dampak Besar Bullying di Tempat Kerja

Liputan6.com, New York - Ada pepatah mengatakan, “Satu apel busuk dapat merusak buah sekeranjang.” Ternyata hal itu bukan hanya benar untuk buah, tapi juga berlaku untuk para pekerja di kantor.

Cukup satu pegawai yang kasar dapat mengobrak-abrik budaya kerja. Para pegawai ‘beracun’ dapat memberi dampak beruntun yang tidak sehat, sehingga merusak sesama rekan, manajer, dan juga bawahan.

Dikutip dari Pyschology Today pada Selasa (23/2/2106), sudah banyak penelitian yang menunjukkan dampak buruk bullying (perundungan atau penggencetan) di tempat kerja. Namun satu penelitian menunjukkan, efek lanjutkan perundungan tadi.

Perundungan di kantor mungkin akan berbeda dengan di sekolah, karena satu pegawai tak mungkin mengasari, membentak dan mencaci maki rekan kerjanya di muka umum secara terang-terangan. 

Penelitian ini berfokus pada pelaku yang lebih samar, seperti pengabaian, menatap dengan pandangan meremehkan, "lupa" menyertakan seorang rekan kerja dalam surel penting, atau dalam acara kumpul bersama sesudah bekerja. Para peneliti mendapati bahwa interaksi seperti ini sama-sama menghancurkan seperti halnya bullying yang lebih agresif.

Penelitian juga menunjukkan, kekasaran tidak hanya merusak pelaku dan korbannya. Menyaksikan perilaku kasar seorang rekan kerja juga dapat sangat merusak.

Berikut ini adalah 5 cara seorang rekan kerja yang kasar dapat mengganggu semuanya di kantor:

1. Penurunan kepuasan kerja

Tidak mengherankan kalau tiada seorangpun yang ingin bekerja bersama dengan orang yang kasar, tapi hanya perlu satu orang 'beracun' untuk menurunkan semangat rekan kerjanya yang lain.

Bisa saja pegawai jadi malas rapat dengan atasan yang tidak ramah, atau para pegawai malah makan di mejanya untuk menghindari rekan yang kasar itu. Dampaknya meluber ke setiap aspek tugas sang pegawai, yang dapat menyebabkan kinerjanya menurun.

2. Tingginya pergantian pegawai

Satu saja pegawai yang abusive dapat menyebabkan tingginya tingkat pergantian pada semua pegawai. Para pegawai tidak ingin berlama-lama dalam lingkungan yang tidak nyaman, tidak peduli berapapun gajinya, pernak-pernik, atau manfaat lain. Pegawai yang ramah dan cerdas akan mencari kesempatan yang memiliki budaya tempat kerja yang lebih positif.

3. Masalah tidur

Bekerja bersama dengan orang yang tidak menyenangkan tidak hanya berdampak kepada pekerja ketika di kantor—hal itu bisa merusak kehidupan di rumah dan kesehatan tubuh mereka.

Orang yang berhadapan dengan rekan kerja yang kasar akan lebih mungkin mengalami kesulitan tidur. Kekurangan tidur (sleep-deprivation) dapat mengganggu kemampuan mereka untuk mengatasi stres, yang dapat membuat suasana tempat kerja lebih sulit lagi.

4. Rendahnya kesehatan mental

Menjadi sasaran perundungan memilik dampak merusak kepada kesejahteraan. Sejalan dengan penelitian dan survei yang mengkaitkan bullying dan pelecehan dengan beragam cedera psikologis, perilaku kasar dapat menggerus kesehatan mental seseorang.

5. Perilaku kasar menular

Perilaku kasar itu menular. Para peneliti mendapati, para pegawai yang menyaksikan seseorang memperlakukan orang lain dengan tidak ramah akan lebih mungkin memperlakukan orang tadi dengan buruk juga.

Penonton bukan hanya ikut-ikutan mulai memperlakukan orang lain secara buruk, tapi mereka mulai mengajak rekan-rekan kerja lainnya setelah mereka terpapar kepada seorang rekan kerja yang tidak baik tadi.

Jangan anggap remeh ‘apel busuk’ itu

Pegawai yang kasar kerap terlihat memiliki dukungan sosial yang cukup—terutama karena tidak ada seorangpun yang ingin berada di sisi buruk kepribadiannya. Tapi hal itu bukan berarti perilakunya tidak berbahaya.

Orang bisa tergoda untuk membiarkan pekerja yang agresif yang sepertinya gigih dengan pekerjaannya atau seorang pegawai ketus yang selalu menyelesaikan pekerjaannya. Walaupun jelas-jelas perilakunya ini sangat merugikan pegawai lain. 

Memang sulit untuk menjadi kuat secara mental ketika dihadapkan dengan seorang perundung di kantor. Tapi, pengertian akan kerusakan yang dapat terjadi di kantor adalah langkah pertama untuk meraih kembali kekuatan kita.