Sukses

Mantapkan Pikiran Sebelum Putuskan Operasi Bedah Plastik Estetik

Liputan6.com, Jakarta Ketika tampilan fisik baik-baik saja namun menginginkan suatu perbaikan, Anda memang bisa saja menjalani bedah plastik. Namun, hal tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Ada prosedur panjang yang perlu dilalui sebelum melakukan hal tersebut.

"Semua operasi baik rekonstruksi maupun estetik ada tahapan yang harus dilalui. Ada prosedur yang harus dilalui," terang Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) dokter Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-Re.

Pada tahap awal, dokter spesialis bedah plastik akan melakukan pemeriksaan lalu berkomunikasi untuk mengetahui keinginan pasien. Dokter pun akan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan harus realistis. Misalnya bila pasien yang berhidung bulat kemudian menginginkan hasil seperti aktris asal Eropa yang kecil dan mancung, tentu itu tidak realistis. 

"Si dokter harus menerangkan bahwa bedah plastik itu tetap memperhatikan harapan realistis," tambah dokter Sakura.

Tugas dokter adalah memberikan keterangan agar pasien mengerti tindakan yang dijalani. "Semua tindakan yang dilakukan seorang praktisi, pasien harus mendapatkan informasi. Termasuk menerangkan bahwa tindakan pembedahan ini memiliki risiko, seperti komplikasi mungkin saja terjadi," terang dokter Sakura saat dihubungi Health-Liputan6.com pada Rabu (20/1/2016).

Dokter pun akan menanyakan riwayat pasien mulai dari memiliki alergi atau tidak dan apakah pernah menjalani operasi sebelumnya. Dengan demikian, dokter bisa memprediksi masa pemulihan.

Tak cuma itu, dokter spesialis bedah plastik pun akan menanyakan motivasi pasien melakukan operasi ini. Mulai dari menanyakan apakah karena faktor usia yang mulai menua, tuntutan profesi, atau mengikuti teman.

Dokter spesialis bedah plastik juga akan memastikan kemantapan pasien melakukan tindakan operasi tersebut. "Berdasarkan pengalaman saya, ada yang bisa diputuskan cepat untuk bisa melakukan tindakan operasi. Tapi jika saya lihat pasien ragu, saya undurkan dulu jangan diputuskan cepat-cepat. Saya katakan pada pasien untuk dipikirkan baik-baik," tutur dokter Sakura lagi.