Mau Naik Pesawat, Laura Modeen Dilarang Bawa Pompa ASI

Laura Modeen dibuat kesal ketika sebuah maskapai penerbangan melarangnya membawa pompa ASI (Breast Pump).

Diterbitkan 29 Januari 2015, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York - Laura Modeen dibuat kesal ketika sebuah maskapai penerbangan melarangnya membawa pompa ASI (Breast Pump).
Saat itu hendak menumpangi Delta Air Lines dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta ke Minneapolis, Bandara Internasional Paul.

Agen penerbangan tak membiarkan Modeen ikut dalam penerbangan pada 19 Januari dengan pompa ASI yang sudah ia kemas dalam koper yang dibawanya. Ia juga membawa tas yang berisi pendingin yang disertai es untuk mengangkut ASInya. Tapi,  agen penerbangan pertama mengatakan dia harus memeriksa barang-barang dalam koper, termasuk pompa ASInya.

Modeen memprotesnya dengan mengatakan bahwa koper berisi pompa itu termasuk perangkat medis.

Delta dan maskapai penerbangan memungkinkan seseorang membawa tas jinjing dan satu peralatan pribadi seperti tas secara gratis. Kebijakan maskapai juga memperbolehkan membawa perangkat medis, stroler dan peralatan lainnya.

"Ia mengatakan komputer hanya memberi pesan bahwa semua penumpang dimulai saya perlu diperiksa tasnya," kata Modeen kepada CNN, Kamis (29/1/2015).

"Kemudian, saya memasuki jembatan pesawat, penumpang berbaris di belakang saya dengan koper mereka," katanya.

Penumpang Peggy Flanagan, yang tak kenal dengan Modeen menjelaskan, ia melihat dan mendengar pertengkaran ketika mengantre. "Saya melihat seorang wanita muda yang tampak bermasalah dan agen tiket terus mengatakan `Anda tak bisa membawanya, Anda harus memeriksakan tas Anda`," kata Flanagan, Direktur Eksekutif Defense Fund of Minnesota.

Flanagan menceritakan wanita itu terus mengatakan ia membawa perangkat medis yang harus dibawanya di pesawat.

Perlakuan yang diterima Modeen membuatnya menanyakan ke Delta Air Lines di twitter mengapa ia dipaksa memeriksa pompa ASInya.

Menanggapi kasus ini, Delta Airline mengatakan mereka mendukung hak wanita yang menyusui.

"Menyusui dan pompa ASI diizinkan setiap penerbagan Delta. Kami meminta maaf atas kejadian ini," kata Juru Bicara Delta Lindsay McDuff dalam e-mail.

Ini bukan pertama kalinya Delta telah menghadapi konflik menyusui. Pada Februari, seorang penumpang mencoba untuk mengkonfirmasi kebijakan Delta sebelum terbang karena anaknya tak boleh minum dari botol atau ditutupi saat menyusui.